Brussels, MINA – Sekelompok orang berkumpul di luar kantor pusat penyiar publik Belgia, RTBF, di Brussels untuk memprotes partisipasi Israel dalam Kontes Lagu Eurovision.
Sambil mengibarkan bendera Palestina, para pengunjuk rasa menyatakan penolakan mereka terhadap keterlibatan Israel dalam kompetisi tersebut dan menuduh RTBF ikut serta dalam partisipasi Israel. Anadolu Agency melaporkan, Rabu (13/5).
Beberapa demonstran menempelkan pesan cetakan di pagar logam gedung, menyuarakan keberatan mereka atas keterlibatan RTBF dalam kontes tersebut.
Para pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan “Hentikan Keterlibatan,” menekankan bahwa partisipasi Israel tidak dapat diterima, dan menyerukan kepada European Broadcasting Union (EBU) serta penyiar yang menayangkan acara tersebut untuk mengambil tindakan.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Mereka juga menyoroti para jurnalis dan pekerja media yang tewas dalam serangan Israel di Gaza.
Sementara itu, beberapa negara, termasuk Slovenia, Spanyol, Belanda, Irlandia, dan Islandia, telah memutuskan untuk mundur dari Kontes Lagu Eurovision 2026 sebagai respons terhadap masuknya Israel.
Namun, RTBF, yang bertanggung jawab untuk memilih dan mengirimkan wakil Belgia untuk Eurovision tahun ini, memutuskan untuk berpartisipasi dan menyiarkan kontes tersebut meskipun ada seruan dari para seniman dan anggota masyarakat untuk mengurungkan niatnya.
Kontes Lagu Eurovision adalah salah satu kompetisi musik televisi terbesar di dunia. EBU sebelumnya melarang Rusia berpartisipasi setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.[]
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic