Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Gaza Dihantui Serbuan Tikus, Krisis Sanitasi Makin Parah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Ahad, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

22 Views ㅤ

Tenda warga Gaza (foto: Fpik)

Gaza, MINA – Penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza terus bertambah. Selain menghadapi kehancuran akibat perang dan keterbatasan kebutuhan dasar, warga kini harus berhadapan dengan serbuan tikus yang berkembang di sekitar tempat pengungsian, tenda, serta kawasan yang dipenuhi puing dan sampah.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan lebih dari 125.000 kasus infeksi kulit yang berkaitan dengan tikus dan parasit tercatat di Gaza selama Januari hingga Mei 2026. Kondisi tersebut semakin membebani layanan kesehatan yang sudah menghadapi keterbatasan obat dan fasilitas medis. Wafa melaporkan, Ahad (9/8).

Tikus berkembang biak di kamp-kamp tenda yang dihuni warga Palestina yang mengungsi. Hewan pengerat tersebut dilaporkan menggigit anak-anak ketika tidur, merusak barang-barang milik warga, serta berpotensi membawa penyakit di tengah kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) sebelumnya memperingatkan bahwa tikus, kecoak, lalat, dan hama lainnya berkembang di sekitar lokasi penumpukan sampah dan tempat pengungsian.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Pada April 2026, hama dan hewan pengerat bahkan dilaporkan sering ditemukan di sekitar 80 persen lokasi pengungsian yang dipantau.

Masalah tersebut tidak berdiri sendiri. Keterbatasan air bersih, sanitasi yang rusak, penumpukan sampah dan kepadatan tempat pengungsian menciptakan lingkungan yang mendukung penyebaran penyakit.

OCHA pada Juni juga menyebut pengendalian hama dan tikus menjadi salah satu prioritas dalam respons kemanusiaan di Gaza.

Krisis ini menunjukkan bahwa dampak perang terhadap warga Gaza tidak berhenti pada korban jiwa dan kehancuran bangunan. Kerusakan sistem sanitasi dan pengelolaan sampah turut menciptakan ancaman kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Karena itu, lembaga kemanusiaan menekankan pentingnya akses bantuan, air bersih, layanan sanitasi, obat-obatan, serta pengendalian hama untuk mencegah memburuknya kondisi kesehatan masyarakat Gaza. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda