Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Gaza Kembali Jadi Sasaran, Tiga Syahid dalam Pelanggaran Gencatan Senjata Israel

Arina Islami Editor : Sri Astuti - Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

25 Views ㅤ

Serangan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut meski di tengah gencatan senjata. (Foto: @GazaReality/Mahmod Hinawi/X)
Gaza, MINA – Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak-anak, dilaporkan gugur syahid akibat serangan brutal dan tembakan artileri yang dilancarkan oleh tentara Zionis Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Mengutip laporan Quds News Network pada Sabtu (19/9), serangan gencar oleh entitas penjajah tersebut juga menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Di antara para syuhada terdapat pemuda bernama Bashir Munir Al-Borsh, yang merupakan putra dari Dr. Munir Al-Borsh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza.
Bashir syahid setelah sebuah pesawat nirawak (drone) milik militer Israel melancarkan serangan di dekat kantor pertahanan sipil, sebelah barat Kamp Jabalia, utara Gaza.
Dr. Munir Al-Borsh sempat mengenang momen-momen mengharukan sebelum putranya syahid.
Almarhum sempat berkata kepada ayahnya sebelum keluar, “Demi Allah, Ayah, jika mereka menargetkan kita, saya tidak ingin kita syahid bersama-sama.” Sang ayah lalu menjawab, “Jika kita syahid, kita akan pergi ke surga, Nak.” Tak lama setelah keluar dari tenda, pasukan penjajah langsung menargetkannya hingga ia gugur sebagai syuhada.
Sementara itu, pemuda Raed Abu Asr gugur akibat serangan udara pasukan Zionis yang menargetkan warga di Jalan Mushtaha, sebelah timur Kota Gaza.
Di waktu yang sama, kendaraan militer Zionis Israel menembakkan peluru ke arah timur Kamp Jabalia, sementara seorang wanita Palestina mengalami luka tembak di bagian mulut akibat tembakan pasukan penjajah terhadap para pengungsi di kawasan “Fash Frish”, Mawasi Khan Yunis.
Wilayah timur dan selatan Khan Yunis juga menjadi sasaran penembakan intensif dari kendaraan militer Israel, disertai gempuran tank di kawasan Al-Shakoush, peluncuran bom dari drone, serangan dekat “Garis Kuning”, serta penembakan artileri.
Pasukan penjajah bahkan meluncurkan suar di langit selatan Khan Yunis.
Di bagian tengah Gaza, Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs mengumumkan gugurnya seorang anak perempuan akibat luka tembak dari pasukan penjajah di utara Kamp Nuseirat.
Di Mawasi Rafah, gempuran artileri dan tembakan senapan mesin berat mengarah langsung ke tenda-tenda pengungsi.
Adapun di Kota Gaza, tank-tank Zionis Israel menggempur kawasan timur lingkungan Al-Tuffah, sebelah timur laut kota.
Kapal perang Israel juga menembakkan proyektil ke arah lepas pantai Gaza, sementara tentara penjajah melanjutkan operasi penghancuran dan peledakan bangunan tempat tinggal di wilayah utara.
Sejak pelanggaran gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober 2025, total korban jiwa akibat agresi militer ini telah mencapai 1.386 warga syahid, 4.784 orang luka-luka, serta 831 jenazah berhasil dievakuasi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, secara keseluruhan sejak awal agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban syahid di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 73.821 jiwa dengan 174.879 orang mengalami luka-luka.[]
Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia