Gaza, MINA – Lebih dari 2,4 juta warga Palestina di Jalur Gaza merayakan hari raya Idul Fitri pada Jumat (20/3) di tengah krisis kemanusiaan yang parah, dengan pembatasan ketat Israel, kehancuran infrastruktur, serta kekurangan pangan, air bersih, dan obat-obatan.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa hari raya tahun ini berlangsung tanpa sukacita karena sebagian besar keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Lembaga tersebut mencatat, pasukan Israel telah melakukan lebih dari 2.000 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober 2025.
Pelanggaran itu berupa penembakan, serbuan darat, dan serangan udara yang telah menewaskan sedikitnya 677 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.800 lainnya, sebagian besar warga sipil.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Pengiriman bantuan kemanusiaan juga sangat terhambat. Hanya sekitar 40 persen dari jumlah truk bantuan yang diharapkan dapat masuk ke Gaza. Sementara itu, akses keluar-masuk melalui penyeberangan Rafah masih dibatasi secara ketat, memperparah isolasi warga di wilayah kantong tersebut.
Para pejabat setempat memperingatkan bahwa blokade yang berkepanjangan dan pelanggaran berulang akan terus memperburuk kondisi kehidupan warga. Mereka menyerukan masyarakat internasional untuk segera memastikan kelancaran aliran bantuan kemanusiaan dan memberikan perlindungan bagi warga sipil sesuai hukum internasional.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic