Rabat, MINA – Warga Maroko menggelar unjuk rasa di luar gedung parlemen di ibu kota Rabat untuk memperingati 57 tahun peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa. Mereka meneriakkan yel-yel dukungan untuk Palestina serta menolak normalisasi dengan Israel.
Seperti dikutip dari Palestine Information Center, Ahad (23/8), aksi tersebut diserukan oleh Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina. Mereka meneriakkan slogan seperti “Rakyat menginginkan pembebasan Palestina” dan “Hidup perlawanan, hidup Palestina.”
Mereka juga mengangkat spanduk bertuliskan “Tidak ada normalisasi, tidak ada kompromi” dan “Rakyat Maroko berdiri bersama perlawanan dan menentang normalisasi.”
Kelompok tersebut memilih slogan “Keteguhan dan banjir melawan pembakaran dan agresi, sampai tanah air dibebaskan dan normalisasi terkutuk dijatuhkan” untuk kegiatannya.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Tanggal 21 Agustus menandai peringatan tahunan pembakaran Masjid Al-Aqsa, ketika warga Australia Michael Denis Rohan membakar masjid pada 1969.
Api menghanguskan seluruh isi sayap timur musala Qibli di sisi selatan Masjid Al-Aqsa, termasuk mimbar bersejarah Salahuddin. Otoritas Israel menangkap Rohan, tetapi pengadilan Israel kemudian memutuskan bahwa ia “gila dan tidak sehat secara mental.” Ia kemudian dideportasi ke Australia tanpa menerima hukuman apa pun.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic