Yerusalem, MINA – Warga Palestina di Israel memperingati 78 tahun Nakba dengan mengusung slogan “Hari Kemerdekaan Mereka adalah Nakba Kami.“
Peringatan tahun ini berlangsung di tengah berbagai pembatasan yang diberlakukan otoritas Israel terhadap acara-acara publik.
Rangkaian peringatan mencakup pawai dan kegiatan di sejumlah desa yang tidak berpenghuni, serta seruan luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi. Dikutip dari MEMO, Kamis (23/4).
Namun, otoritas Israel melarang pelaksanaan pawai persatuan pusat, sebuah acara yang rutin diselenggarakan sejak 1998 oleh Asosiasi untuk Pembelaan Hak-Hak Pengungsi.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Muhammad Barakeh, mantan ketua Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel, menyatakan dalam konferensi pers, “Situasi saat ini tidak terkait dengan keadaan keamanan yang luar biasa. Ini mencerminkan realitas sejarah yang telah bertahan sejak berdirinya Israel, yang dibangun dengan mengorbankan kehadiran Palestina dan Arab.”
Barakeh menegaskan bahwa tanah tersebut memiliki narasi otentik dan rakyat yang tak pernah meninggalkan hatinya.
“Hubungan mereka dengan tanah ini melampaui waktu, diatur oleh kerinduan dan rasa kepemilikan,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa kehadiran warga Palestina di desa-desa mereka yang tidak berpenghuni Adalah tindakan alami yang mencerminkan hak mereka, sekaligus pesan yang jelas bahwa mereka selalu ditakdirkan untuk kembali.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Asosiasi untuk Pembelaan Hak-Hak Pengungsi mengumumkan bahwa Pawai Kembali (March of Return) tahun ini akan digelar secara digital melalui platform media sosial. Keputusan ini diambil setelah pawai tatap muka ditangguhkan akibat pembatasan ketat dan hambatan sistematis dari otoritas Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic