Wawancara Eksklusif Dubes RI Nairobi: Dari Diplomasi Ekonomi, Pendidikan, Hingga Ramadhan di Afrika Timur

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) di Nairobi, M. Hery Saripudin saat berada di rumah produk 'Soko la' Indonesia, yang berisi ribuan sampel produk Indonesia untuk dipamerkan kepada importir potensial.(Foto: KBRI Nairobi)

Tim Wartawan Kantor Berita MINA mengadakan wawancara eksklusif dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Republik Kenya merangkap Republik Demokratik Kongo, Republik Federal Somalia, dan Republik Uganda, Dr. Mohamad Hery Saripudin, M.A. secara virtual, Selasa (26/4/2022).

Selain Dubes di empat negara Afrika Timur itu, Dubes Hery juga ditunjuk sebagai Perwakilan Tetap (Watap) RI di United Nations Environmental Programme (UNEP) dan United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat) yang berkedudukan di Nairobi, Kenya.

Hubungan diplomatik Kenya dengan Indonesia telah terjalin sejak 1979. Hingga hari ini, hubungan tersebut terus diperkuat di berbagai sektor, baik melalui diplomasi ekonomi, pendidikan, sosial, budaya maupun people-to-people contact yang tercermin dari pembukaan Kedutaan Besar Kenya di Jakarta baru-baru ini.

Pada 2021, nilai perdagangan RI dan Kenya pertama kali dalam sejarah menembus angka 500 juta dolar AS dengan surplus di pihak Indonesia sebesar lebih dari 95 persen. Angka ini meningkat lebih dari 35 persen dari angka di 2020, yang tren peningkatannya telah terlihat sejak 2016.

Dubes Hery yang menjalankan tugasnya di KBRI Nairobi selama satu tahun empat bulan itu juga mendorong penguatan diplomasi pendidikan, baik bersifat formal maupun informal karena menurutnya kerja sama pendidikan menjadi salah satu pintu masuk penguatan hubungan antarmasyarakat kedua negara, yang dapat mempererat hubungan ekonomi.

Tim Wartawan Kantor Berita MINA terdiri dari Redaktur Senior Widi Kusnadi, Kepala Peliputan Rana Setiawan, Kepala Redaksi Bahasa Arab Rifa Berliana Arifin, dan Kepala Redaksi Bahasa Inggris Sajadi.

Berikut kutipan wawancaranya:

MINA: Bisa dijelaskan secara singkat sejarah dan perkembangan hubungan antara Indonesia dengan Kenya dan negara-negara akreditasi lainnya?

Dubes Hery: Indonesia dengan Kenya mengawali hubungan diplomatik pada 1979. Jadi sekarang sudah 43 tahun. Indonesia baru membuka KBRI di Nairobi itu pada 1982. Jadi Sudah 40 tahun. Saya sendiri merupakan Duta Besar Republik Indonesia yang ke-11 di KBRI Nairobi ini. Sementara Kenya baru membuka kantor kedutaannya di Jakarta pada 17 Maret 2022 kemarin.

Saya pertama tiba menjalankan tugas sebagai duta besar di Nairobi pada November 2020, kemudian menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden Jokowi kepada Presiden Kenya Uhuru Kenyatta itu pada 2 Desember 2020. Saya berarti sudah 1 tahun 4 bulan efektif sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Kenya, saya juga sudah menyerahkan surat kepercayaan kepada tiga presiden negara akreditasi lainnya.

Intinya, menyampaikan semua surat kepercayaan dari Presiden Jokowi dan menyampaikan salam persahabatan dari Presiden Indonesia untuk keempat presiden tersebut juga dengan satu misi keinginan atau komitmen serius dari pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan empat negara Afrika bagian timur tersebut.

Tentu saja misi yang utama dan pertama adalah misi diplomasi ekonomi, untuk ekonomi memang saya dimandatkan Presiden Jokowi melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi agar saya sebagai duta besar empat negara tersebut meningkatkan kerjasama ekonomi baik itu di perdagangan maupun investasi.

Alhamdulillah, dari target yang diamanatkan oleh pemerintah Indonesia saya diminta pertahun itu harus dapat meningkatkan nilai transaksi ekonomi bilateral sebesar 3 persen dan Indonesia dengan Kenya sekalipun dua tahun terakhir ini terdampak pandemi Covid-19, di mana adanya pembatasan mobilitas fisik maupun arus barang ekspor impor, namun peningkatan perdagangan Indonesia dengan Kenya melonjak cukup signifikan.

Sebelum tahun 2019 sampai tahun 2020, pada awal pandemi Covid-19 itu, nilai ekonomi Indonesia dengan Kenya naik 40 persen yang semula nilai volumenya berkisar antara 240 menjadi 430. Kemudian dari 2020 ke 2021 naik sebesar lebih dari 30 persen. Sekarang nilai transaksi perdagangan bilateral Indonesia dengan Kenya sudah melampaui nilai 550 juta US Dollar.

Saya menginterpretasikan dari data statistik ini adalah walaupun sebenarnya kondisi pandemi Covid-19, dengan adanya keterbatasan mobilitas orang, para pengusaha tidak bisa bergerak kesana-kemari, kemudian juga kelangkaan mencari kontainer, forwarders, kemudian meningkatnya biaya asuransi, dengan semua faktor-faktor ini, mestinya menghambat kerjasama perdagangan, namun justru terjadi sebaliknya.

Saya sangat optimistis bahwa pada masa pandemi Covid-19 saja peningkatannya itu lebih dari 30-40 persen. Pastinya ini jadi pemicu bagi saya dan tim di KBRI Nairobi, Saya mempunyai harapan yang cukup besar nilai perdagangan akan meningkat lebih tajam lagi begitu usai pandemi Covid-19.

Kedua negara masih terdapat potensi yang sangat besar, di mana kita harus lebih ekstra lagi untuk menggalinya.

Kemudian pada diplomasi politik, saat saya mendampingi Menteri Luar Negeri Kenya Raychelle Omamo untuk berkunjung ke Indonesia pada 16-19 Maret 2022. Misi utama salah satunya adalah membuka kantor Kedutaan Kenya di Jakarta. Jadi sekarang urusan bilateral Indonesia-Kenya dari sisi Kenya tidak lagi dirangkap atau ditangani oleh kedutaan mereka di Kuala Lumpur, tapi sudah ada di Jakarta. Ini merupakan lompatan yang besar bagi saya sebagai duta besar.

Saya menginterpretasikan manuver atau langkah politik Kenya itu semakin memandang Indonesia begitu penting sampai membuka dan menempatkan kedutaannya di Indonesia. Mengapa penting, karena Indonesia adalah pasar yang besar dan potensial bagi produk ekspor mereka, di mana 270 juta penduduk di Indonesia.

Indonesia juga merupakan “pemimpin” ASEAN dan kantor sekretariatnya ada di Jakarta, kalau kita gabung penduduk dari 10 negara itu total lebih dari 600 juta dan itu juga pasar yang cukup besar.

Ini jadi momen yang tepat juga di saat Indonesia menjadi presidensi G-20. G-20 itu merupakan organisasi kekuatan ekonomi, sementara Kenya adalah anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang merupakan the most powerful political institutions di dunia. Jadi dua kekuatan ini, kekuatan institusi politik, keamanan, Dewan Keamanan PBB dan kekuatan ekonomi G-20, dimana kedua negara menjadi anggotanya, kalau dikerjasamakan itu menjadi satu kekuatan yang bisa membawa kemajuan negara Selatan, atau negara-negara berkembang.

Hal yang tak kalah penting dari aspek politik, selain membuka kantor kedutaan, Menteri Luar Negeri Kenya juga mengadakan pertemuan secara intensif, berkonsultasi dengan Menlu RI Retno Marsudi. Salah satu kesepakatan dalam pembicaraan itu, yakni kedua negara itu saling mengakui dan menghormati kedaulatan negara masing-masing. Jadi Indonesia mengakui kedaulatan Kenya, Kenya mengakui kedaulatan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kunjungan Menlu itu menghasilkan tujuh kerjasama, yakni yang sudah ditandatangani oleh kedua Menlu sebanyak dua Mou, kemudian kerjasama di bidang ekonomi, antara Kadin Indonesia dengan Kadin Kenya atau KNCI (Kenya National Chamber Industry), kemudian di bidang pendidikan antara Unpad dengan Universitas Nairobi dan antara UIN Syarif Hidayatullah dengan Ummah University, serta kerjasama antara Kantor Berita Antara dan lembaga Kantor Berita Kenya yaitu Kenya Broadcasting Corporation (KBC). Tujuh bidang ini diutamakan karena masing-masing mempunyai nilai yang sangat strategis.

Dalam kunjungan Menlu Kenya bertemu dengan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dana mengadakan courtessy call yang menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak untuk meningkatkan kerjasama bilateral.

Selain itu, Menlu Kenya juga berkunjung ke Bandung mengunjungi Museum Konferensi Asia-Afrika sekaligus memberikan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Unpad dihadiri Rektor Unpad dan civitas akademisinya. Menlu juga mengunjungi PT Pindad di mana Kenya mengekspresikan ketertarikannya untuk kerjasama di bidang pertahanan dan kita sedang menawarkan produk-produk industri strategis kita kepada pemerintah Kenya.

Dari Segi sosial budaya, tadi saya jelaskan sudah ada kerja sama antara dua Universitas dan kenapa saya mengatakan punya nilai strategis. Jika kita ingin memperkokoh hubungan kerjasama bilateral antar kedua negara, hubungan itu jangan berhenti hanya pada level pejabat negara atau pejabat pemerintah yang sekarang berkuasa apalagi hanya pada pejabat eksekutif saja.

Mereka kan 5,6,7 tahun akan pensiun, jadi yang lebih strategis adalah menyasar ke anak-anak muda masing-masing, jadi bagaimana membangun saling pemahaman, saling pengertian, antar generasi muda Kenya dan Indonesia. Kalau mereka saling kenal, saling paham itu, pada 20 atau 25 tahun yang akan datang mereka ini calon-calon menteri, mereka ini calon presiden, dan calon ketua partai, ketua parlemen, dan pada saatnya nanti menduduki menjadi pengambil keputusan mereka sudah saling kenal.

Itu diplomasi pendidikan, Oleh karena itu alhamdulillah tahun kemarin di tahun pertama saya di sini, KBRI Nairobi memberikan 30 beasiswa kepada pemuda dari empat negara, maksudnya agar kita harus menciptakan semacam keluarga keluarga besar Indonesia atau Indonesian lobiest di keempat negara tersebut.

Terakhir diplomasi people to people contact, saat ini ada 26 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai suster dari Jemaat Katolik Indonesia bagian timur, yang mendarmabaktikan dirinya di seluruh pelosok keempat negara itu. Mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan kesehatan publik. Mereka sudah tinggal di sini lebih dari 20 tahun. Ini merupakan aset diplomasi kita, people to people contact diplomacy antara Indonesia dengan empat negara tersebut.

Selain itu, sejak tahun lalu, secara reguler ada WNI dari kelompok Islam jamaah tabligh, mereka tinggal di sini selama tiga bulan, menumbuhkembangkan kedekatan emosional antara WNI dengan warga masyarakat keempat negara itu. Kami dari pihak pemerintah sifatnya hanya memfasilitasi saja.

Terakhir, tentang diplomasi perlindungan diaspora WNI di sini ada sekitar 30 anak buah kapal (ABK) di Mombasa, yang selalu mempunyai permasalahan tersendiri dan kita berhasil menyelesaikannya. Masalahnya itu biasanya soal gaji yang terlambat dibayar atau gaji yang tidak dibayar atau bahkan sampai pada terjadinya kekerasan fisik, dan pada saat permasalahan muncul di sinilah kehadiran negara di Nairobi mempunyai arti yang penting, kita biasanya menangani permasalahan tersebut.

Selain adanya ABK, juga adanya Pekerja Migran Indonesia di Kongo itu, banyak yang bekerja di sektor pertambangan dan sektor perkayuan. Alhamdulillah, permasalahan yang dihadapi oleh mereka juga bisa kita bantu menyelesaikannya.

MINA: Bagaimana peluang peningkatan hubungan Indonesia dengan Kenya dan negara-negara akreditasi tersebut?

Dubes Hery: Soal peluang ekonomi kita petakan dari komoditi ekspor Indonesia yang masuk ke Kenya dan tiga negara akreditas lainnya, pertama ekspor ekspor minyak sawit mentah (CPO) menguasai 80 persen pangsa pasar dari Indonesia di sini, yang kedua produk kertas dan turunannya, yang ketiga produk makanan.

Saya menyampaikan dengan gembira di sini, Saya bangga, selama saya di sini ada satu produk yang baru pertama kali ekspor perdana, yakni produk santan, apakah itu Coconut powder maupun Coconut milk, dan ini produk anak bangsa.

Alhamdulillah, saya dan tim terjun langsung membantu mulai dari proses negosiasi sampai pengiriman ekspor perdana tersebut.

Namun, apa yang saya sampaikan itu merupakan beberapa produk yang sudah ada di sini yang sudah menemui pangsa pasar tersendiri. Saya melihat masih banyak peluang produk-produk Indonesia lainnya yang bisa laku dijual di sini, termasuk produk-produk UKM.

Pada tahun lalu, bulan September, saya membuka satu proyek namanya Soko la Indonesia, diambil dari bahasa swahili artinya Pasar Indonesia, ini semacam rumah etalase produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) nasional Indonesia. Kami bekerja sama dengan para pengusaha dari Indonesia yang dikoordinir oleh satu pihak di tanah air, mereka mengirim satu kontainer produk-produk ekspor UKM Indonesia untuk diminta bantuannya dipamerkan di KBRI Nairobi.

Saya menerima lebih dari 2.500 contoh produk UKM nasional Indonesia mulai dari bahan makanan, handycraft, skin care, produk-produk farmasi, dan lainnya. Kami pamerkan di sini, ini pameran permanen bukan sifatnya insidensial. Setiap para pengusaha calon-calon importir dari Kenya yang tertarik dengan produk-produk Indonesia ini, kita undang untuk melihat sendiri produknya, ambil sampelnya, kemudian mereka bisa mencoba atau mencicipinya, termasuk produk-produk aparel, tekstil dan alas kaki, itu ada semua.

Pada kesempatan ini pun melalui MINA News ini, kami pun mengimbau atau mengundang para pelaku UKM di Indonesia, silakan kalau ingin produk-produk mereka siap ekspor ingin dibantu oleh KBRI dipasarkan di Kenya, kami terbuka untuk menerima. Tentu saja kami tidak bisa mendanai membantu pembiayaan pengirimannya kalau para produsen eksportir Indonesia ingin mengirimkan barang-barangnya ke KBRI Nairobi kami sangat terbuka.

Dengan memamerkan barang-barang itu, dari mulai September 2021 sampai sekarang, banyak pengunjung para importir potensial yang hadir ke pameran ini dan seperti yang saya katakan tadi sampai bisa ada yang menelurkan ekspor perdana.

Jadi kami sifatnya hanya memfasilitasi saja, kemudian kalau ada ketertarikan dari dari pihak Kenya, kami akan menghubungkan secara langsung, kemudian negosiasi antar mereka sendiri, kami hanya memonitoring dan memperoleh laporan dari pengusaha Indonesia tersebut yang meminta bantuan kami.

Dari sisi sosial budaya tadi saya sampaikan bahwa tahun kemarin kita memberikan 30 beasiswa, walaupun ini cukup ambisius, saya menargetkan 100 beasiswa untuk dapat diberikan kepada para pemuda dari negara-negara akreditasi.

Oleh karena itu, saya mengimbau kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) kita Bapak Nadiem Makarim serta para Rektor sekiranya dapat mengalokasikan dana beasiswa tersebut untuk menciptakan Indonesian lobiest di Afrika umumnya dan di Afrika Timur khususnya, melalui pemberian beasiswa tersebut. Ini investasi besar dan bersifat strategis.

Pada diplomasi pendidikan, untuk Universitas itu memang lebih lebih gampang pertukaran mahasiswa itu sekiranya ada kerangka kerja sama. Saat ini saya sedang memfokuskan antara Unpad dengan Universitas Nairobi, kemudian antara UIN Syarif Hidayatullah Ciputat dengan Ummah University yang ini baru kemarin bulan Maret pada saat kunjungan Menlu Kenya ke Indonesia.

Cakupan dari kerjasama itu menyesuaikan kerjasama Tri Dharma perguruan tinggi, pada bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian. Jika didalami, ada pertukaran mahasiswa antar kedua universitas tersebut, pertukaran dosen, joint riset, dan sebagainya.

Namun kita tidak membatasi pada kedua universitas tersebut yang kebetulan dari Kenya. Di Uganda, misalnya, ada universitas yang sangat besar, satu Makarerere University dan juga ada Islamic of University Uganda (IoU) yang pembentukannya oleh Organisasi kerjasama Islam (OKI). Mereka juga sangat antusias.

Selain itu, KBRI Nairobi juga membuka peluang bagi para mahasiswa-mahasiswa dari Universitas tanah air dalam program Merdeka belajar dan kampus Merdeka, bisa magang di KBRI.

Saat ini ada empat mahasiswa semester ke-6 dari jurusan Hubungan Internasional Unpad yang melakukan magang bersama kami. Jadi mereka magang setelah memperoleh ilmu pengetahuan pemahaman secara teoritis di bangku kuliah, mereka ingin juga melihat praktik nyata Bagaimana kerja seorang diplomat, bagaimana mesin diplomasi Indonesia itu dijalankan baik dalam hubungan bilateral maupun multilateral.

Karena di Nairobi ini kan saya selain sebagai duta besar bilateral juga sebagai wakil tetap Indonesia untuk UNEP dan UN-Habitat. Kita ajak juga untuk ke hadir dan berpartisipasi dalam berbagai sidang internasional
Ini bentuk sumbangsih dari KBRI Nairobi untuk memberi pemahaman bagaimana mahasiswa semester akhir biasanya itu melihat secara langsung aplikasi dari teori-teori pengetahuan di bangku kuliah, sehingga memungkinkan menanamkan kecintaan mereka untuk menjadi seorang diplomat atau paling tidak bekerja di organisasi internasional jadi semakin membuka horison mereka.

Ini sumbangan dari KBRI Nairobi dalam empowering program yang digagas oleh Menteri Pendidikan kita yaitu program Merdeka belajar kampus merdeka.

Mengenai peluang dakwah syiar Islam, Tahun lalu Muhammadiyah memberikan sumbangan membangun masjid di sebuah kota wilayah perbatasan Uganda, di kota Mbale dan Insya Allah bulan depan akan kita diresmikan.

Pembangunan masjid ini disumbangkan secara penuh oleh warga Muslim Indonesia melalui Muhammadiyah. Masjid itu sudah berfungsi sejak Desember kemarin, karena pandemi Covid-19 wakil dari Muhammadiyah Jakarta belum sempat ke sini. Insya Allah, akhir bulan depan akan ada kunjungan dari pimpinan Muhammadiyah dan akan meresmikan masjid itu.

Tangkapan layar suasana wawancara eksklusif Tim Wartawan Kantor Berita MINA dengan Dubes RI untuk Republik Kenya merangkap Republik Demokratik Kongo, Republik Federal Somalia, dan Republik Uganda, Dr. Mohamad Hery Saripudin, M.A.(Foto: Doc. MINA)

MINA: Bagaimana situasi dan tradisi Ramadhan di negara-negara Afrika, khususnya di negara akreditasi Bapak?

Dubes Hery: Situasi Ramadhan di Kenya itu kita harus pahami dulu bahwa umat muslim di Kenya termasuk tiga negara akreditasi lainnya merupakan kelompok minoritas, kecuali di Somalia yang 95 persen penduduknya warga muslim, jadi suasana kebatinan keislamannya mungkin sama dengan Indonesia.

Kalau di negara Kenya, Uganda dan Kongo itu masih minoritas hanya 10% penduduk muslimnya, namun tidak mengurangi kekhidmatan beribadah puasa di sana, jadi memang suasana di Kenya misalnya di Nairobi itu tidak begitu terasa suasana Ramadhannya, seperti kehidupan sehari-hari saja.

Hanya pada saat kita pergi ke wilayah pesisir Timur, Mombasa, di mana di situ hampir mayoritas, jauh lebih banyak warga Muslimnya dan masjid ada di mana-mana, suasana Ramadhan sangat terasa di sana.

Sementara durasi waktu puasa Ramadhan hampir sama dengan di Indonesia, sekitar 13 jam. Waktu Imsak sekitar pukul 5.13, lebih siangan daripada waktu imsak di Indonesia, kemudian waktu berbukanya sekitar pukul 18.35 waktu setempat.

Alhamdulillah, kondisi iklim di Nairobi cukup sejuk karena dataran tinggi, kalau di daerah pesisir Mombasa jelas panas. Jadi suasana Ramadhan di Nairobi karena kesejukan ini justru menjadi nikmat karena tidak terasa haus dan sebagainya.

Kemudian tradisi Ramadhan di masjid-masjid di negara-negara Afrika Timur ini sama seperti di Indonesia, masjid-masjid di sini menyelenggarakan buka bersama dengan memberikan takjil kepada para jamaahnya setiap harinya. KBRI Nairobi pun juga berpartisipasi dengan memberi makanan takjil untuk sesama masyarakat muslim di satu masjid, kita juga membagikan iftar di satu masjid di Nairobi untuk 100 jamaah.

Suasana Ramadhan di sini sudah tidak ada pembatasan karena pandemi Covid-19, empat pembatasan sudah dicabut selama beberapa bulan ini, sudah tidak ada lagi jam malam, kumpul-kumpul mau berapa ratus pun sudah tidak dibatasi, yang sebelumnya hanya dibatasi cuman 20 orang dalam satu pertemuan, sekarang sudah bebas.

Karena suasana seperti kembali normal lagi itu menjadikan suasana Ramadhan 1443H di kalangan diplomatik itu menjadi makin ramai. Setiap pekan ada saja undangan buka bersama dari duta besar negara-negara OKI, seperti dari dubes Saudi, Kuwait, Oman, Iran, dan lainnya.

Kami di KBRI Nairobi juga sama seperti tahun lalu karena diawali dengan masih ada keprihatinan khawatir masih ada penyebaran virus covid-19, pada Ramadhan 1443H ini, kita juga mengadakan tausiyah Ramadhan digital, mengundang ulama dan tokoh Islam kondang dari tanah air menyampaikan tausyiah secara virtual, justru banyak diikuti diaspora di empat negara akreditas.

Kita juga menyambut kedatangan Hari Raya Idul Fitri 1443H, yang tentu sebagaimana tahun lalu KBRI Nairobi mengadakan shalat Ied di KBRI dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

MINA: Adakah permintaan imaam masjid atau dai dari komunitas Muslim di sana?

Dubes Hery: Permintaan secara resmi tidak ada. Setiap kali saya berkunjung ke luar provinsi, saya menyempatkan diri selain ketemu dengan pejabat gubernur, juga ketemu dengan komunitas muslim di sana, dan Mereka menginginkan adanya imam atau hafidz dari Indonesia untuk mengajar di masjid mereka.

Ada secara berkala sejak tahun lalu ada jamaah dari jamaah tabligh yang tinggal secara rombongan selama tiga bulan di satu tempat, kemudian pindah lagi ke tempat lain, dan kami selalu mengundang mereka sharing ilmu dan saat ini pun masih ada anggota jamaah tabligh ini.

Ini bentuk syiar dakwah dan bagaimana menumbuhkembangkan rasa toleransi antar umat beragama. Yang semula tidak begitu paham mengenai Islam yang tumbuh kembang di Indonesia, melalui merekalah itu berkembang pemahamannya.

Insya Allah, bulan depan akan ada misi dari Muhammadiyah yang meresmikan pemakaian masjid yang dibantu pendanaannya oleh Muhammadiyah itu juga beberapa organisasi Islam di sini akan menyambut seperti badan wakaf dan kami juga alhamdulillah akrab juga dengan beberapa imam-imam masjid yang ada di Nairobi dan kita selalu mengadakan kerjasama dengan mereka.

MINA: Bagaimana Anda melihat gerakan solidarita Palestina di Afrika?

Dubes Hery: Muncul juga suara solidaritas kemanusiaan untuk Palestina di negara-negara Afrika, khususnya di Afrika Timur. Apalagi pada bulan puasa ini tentara Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan menyerang jamaah Palestinanya.

Sebenarnya Israel bukan saja menyerang umat muslim saja, tapi menyerang rasa kemanusiaan masyarakat dunia, mengusik kemanusiaan dari dari warga dunia, dan itu juga muncul di beberapa negara, termasuk negara Kenya.

Saya rasa tidak ada negara di dunia ini yang tidak mengutuk tindakan Israel itu, kecuali beberapa negara sekutunya, jadi mayoritas negara-negara di dunia ini sangat mengutuk dengan keras apalagi Indonesia dengan tegas menyampaikan pernyataan sikapnya.

Israel itu telah menyerang rasa kemanusiaan sebagai penjajah, mengoyak hak kemerdekaan suatu bangsa, itu yang terjadi. Memang masyarakat internasional khususnya negara-negara Islam itu masih sangat berhutang sejarah kepada rakyat Palestina.

Di Afrika sendiri ada penolakan keras terhadap Israel. Pada Februari tahun ini, negara-negara Afrika yang tergabung dalam Uni Afrika, sekitar 54 negara ya itu secara konsensus menolak Israel menjadi negara yang punya status sebagai negara pengamat di Uni Afrika.

Hal ini didasari pada kondisi yang terjadi sampai saat ini, bagaimana sikap luar negeri Israel yang selalu saja bertentangan dengan hak asasi manusia yaitu hak untuk menentukan nasib sendiri dari rakyat Palestina.(W/R1/RE-1/RA-1/ P2)

Mi’raj News Agency (MINA)