Kinshasa, MINA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat kesehatan internasional terkait wabah Ebola yang terus menyebar di Republik Demokratik Kongo dan mulai meluas ke negara tetangga, Uganda.
Keputusan itu diambil setelah jumlah korban meninggal dan kasus dugaan infeksi meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Al-Jazeera melaporkan, Senin (18/5).
Laporan WHO menyebut wabah kali ini disebabkan oleh varian Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang langka dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang disetujui secara luas.
Sedikitnya lebih dari 80 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan kasus suspek ditemukan di sejumlah wilayah terdampak.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Penyebaran wabah semakin mengkhawatirkan karena kasus infeksi mulai ditemukan di kota-kota besar seperti Kinshasa di Kongo dan Kampala di Uganda. WHO menilai mobilitas penduduk yang tinggi serta lemahnya fasilitas kesehatan di kawasan konflik membuat upaya penanganan menjadi lebih sulit dilakukan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika atau Africa CDC juga memperingatkan risiko penyebaran regional yang lebih luas.
Lembaga tersebut telah menggelar pertemuan darurat bersama negara-negara Afrika, organisasi kemanusiaan internasional, serta mitra kesehatan global guna memperkuat koordinasi penanganan wabah Ebola di kawasan tersebut.
Ebola merupakan penyakit mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau benda yang terkontaminasi virus. Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, muntah, pendarahan, hingga kegagalan organ.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Dalam sejumlah wabah sebelumnya di Afrika, tingkat kematian Ebola tercatat bisa mencapai lebih dari 50 persen.
Pengalaman wabah Ebola besar di Afrika Barat pada 2013–2016 yang menewaskan lebih dari 11 ribu orang membuat dunia internasional kini bergerak lebih cepat dalam merespons penyebaran virus tersebut.
WHO meminta negara-negara dunia meningkatkan pengawasan kesehatan, memperkuat deteksi dini, dan membantu negara-negara Afrika yang terdampak agar wabah tidak berkembang menjadi krisis kesehatan global yang lebih besar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic