Al-Khalil, MINA – Sebanyak 110 warga Palestina, termasuk tujuh anak-anak dan tiga perempuan, diculik pasukan penjajah Israel selama enam hari agresi militer di Provinsi al-Khalil, Tepi Barat yang diduduki, hingga Rabu (28/10).
Palestinian Prisoner Society (PPS) mendokumentasikan penculikan tersebut di tengah penutupan wilayah secara menyeluruh, penggerebekan rumah, dan interogasi lapangan terhadap ratusan warga Palestina. Operasi itu juga memicu pengungsian paksa serta mengganggu akses warga terhadap pekerjaan, pendidikan, dan layanan medis.
Dalam pernyataan yang dirilis Rabu, PPS mengatakan para tahanan mencakup puluhan mantan tahanan yang telah dibebaskan dari penjara Israel, penyandang disabilitas, serta kerabat warga Palestina yang gugur akibat serangan pasukan Israel.
Organisasi tersebut menilai penangkapan berulang terhadap mantan tahanan dan penargetan anggota keluarga mereka menunjukkan bahwa penahanan digunakan sebagai alat tekanan dan hukuman kolektif.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Menurut PPS, dua dari tiga perempuan yang ditangkap telah dibebaskan. Sementara itu, seorang perempuan lainnya masih menjalani interogasi di fasilitas tahanan Russian Compound, yang dikenal sebagai al-Maskobiya.
Delapan kerabat warga Palestina yang gugur akibat serangan pasukan Israel juga masih ditahan setelah masa penahanan mereka diperpanjang dan mereka dipindahkan ke pusat interogasi.
PPS menegaskan bahwa agresi militer tersebut tidak terbatas pada penangkapan. Ratusan warga Palestina dilaporkan menjalani interogasi lapangan di jalan, pos pemeriksaan, dan rumah masing-masing. Proses tersebut disebut disertai penyerangan fisik, pemukulan berat, dan berbagai bentuk perlakuan buruk lainnya.
Penutupan jalan dan pembatasan pergerakan yang semakin ketat turut mengganggu kehidupan masyarakat. Warga kesulitan mencapai tempat kerja dan layanan penting, sementara sebagian lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
PPS memperingatkan bahwa dampak agresi tersebut tidak hanya dirasakan oleh para tahanan, tetapi juga keluarga dan komunitas mereka. Organisasi itu membandingkan situasi di al-Khalil dengan pola penangkapan massal, interogasi lapangan, dan pengungsian yang terjadi dalam agresi militer Israel sebelumnya di sejumlah provinsi Tepi Barat, terutama Jenin dan Tulkarem.
Pada Rabu, pasukan Israel melanjutkan pengepungan di lingkungan al-Jalda dan Deir Bahha, al-Khalil, dengan mempertahankan penutupan jalan dan menggerebek sejumlah rumah. Menurut kesaksian warga, tentara Israel memasuki rumah-rumah yang penghuninya telah dievakuasi secara paksa dan mengubah beberapa bangunan menjadi barak militer.
Kotamadya al-Khalil memperkirakan sekitar 780 keluarga terdampak agresi tersebut. Hampir 5.000 warga Palestina dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah atau terjebak di dalamnya, terutama di dua lingkungan yang berada di bawah penutupan ketat sejak Jumat.
Dalam perkembangan terpisah, pasukan Israel menangkap empat warga Palestina saat menggerebek rumah-rumah di Dura dan Kamp Pengungsi al-Fawwar, di selatan al-Khalil.[]
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic