Tepi Barat, MINA – Pasukan penjajah Israel menculik sedikitnya 13 warga Palestina dalam serangkaian penyerbuan di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis (29/10), menurut sumber-sumber Palestina.
Kantor Media Tahanan dan sumber-sumber lokal menyebutkan, mereka yang diculik termasuk tiga bersaudara. Paramedis sekaligus aktivis anti-permukiman Bashar al-Qaryouti juga diculik dalam operasi tersebut.
Di Hebron, pasukan Israel melanjutkan penggerebekan dan penutupan wilayah selama tujuh hari berturut-turut. Menurut sumber-sumber lokal kepada Anadolu, pasukan Israel menutup gerbang besi di sekitar Kota Tua serta menyita rumah-rumah warga Palestina di lingkungan Jalda dan Ain Deir Baha untuk dijadikan barak militer.
Pada Selasa (27/10), Kotamadya Hebron melaporkan bahwa agresi militer Israel telah menyebabkan hampir 5.000 warga Palestina terdampak, termasuk mereka yang mengungsi dari rumah atau terjebak di dalamnya. Jumlah tersebut mencakup sekitar 780 keluarga.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Agresi militer itu dimulai pada Jumat (23/10), menyusul serangan dua warga Palestina yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Kedua warga Palestina tersebut kemudian tewas ditembak tentara Israel.
Menurut Palestinian Prisoner Society (PPS), sebanyak 110 warga Palestina diculik pasukan Israel antara Jumat dan Rabu (28/10) dalam operasi di Provinsi Hebron.
Sementara itu, di Salfit, pasukan Israel membongkar dua rumah warga Palestina dan meratakan lahan di Kota Deir Ballut. Pejabat kotamadya setempat, Jihad Yassin, menyampaikan informasi tersebut kepada Anadolu.
Yassin mengatakan pasukan Israel juga meratakan saluran air dengan alasan pembangunan tanpa izin. Menurut perkiraannya, sekitar 100 surat pemberitahuan pembongkaran telah dikeluarkan di kota tersebut.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Rangkaian insiden ini terjadi di tengah meningkatnya penggerebekan pasukan Israel dan serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. Eskalasi tersebut berlangsung sejak dimulainya genosida Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic