Al-Quds, MINA – Puluhan pemuda Palestina pada Rabu (11/3) melaksanakan shalat Isya dan Tarawih di titik terdekat yang memungkinkan dengan Masjid Al-Aqsa, setelah pasukan penjajah Israel terus menghalangi jamaah dan mereka yang ingin beritikaf untuk memasuki situs suci tersebut.
Sumber-sumber di Yerusalem melaporkan, puluhan warga Palestina salat di dekat Bab al-Sahira, Yerusalem yang diduduki, setelah dicegah mencapai Masjid Al-Aqsa dan melaksanakan shalat di dalamnya.
Pasukan penjajah Israel telah menutup Masjid Al-Aqsa selama 12 hari berturut-turut dengan alasan kondisi keamanan terkait perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Otoritas penjajah Israel menggunakan dalih keadaan darurat terkait serangan Israel-Amerika yang sedang berlangsung terhadap Iran sejak 28 Februari. Keputusan ini secara efektif merampas hak penduduk Yerusalem dan warga Palestina untuk menjalankan ritual keagamaan mereka di Masjid Al-Aqsa selama hari-hari suci ini, sebagai langkah berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Tindakan ini merupakan yang pertama kali sejak Israel menduduki Yerusalem pada 1967, menandai pertama kalinya jamaah dilarang melaksanakan shalat Tarawih dan menjalankan itikaf selama sepuluh malam terakhir Ramadhan di dalam Masjid Al-Aqsa.
Otoritas Israel sebelumnya telah memperketat langkah-langkah keamanan sejak awal Ramadhan, bahkan sebelum pecahnya perang dengan Iran, memberlakukan pembatasan ketat terhadap warga Palestina dari Tepi Barat dan mencegah sejumlah besar dari mereka mencapai Jerusalem yang diduduki untuk shalat di Masjid Al-Aqsa.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic