Tel Aviv, MINA – Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada Kamis (3/7) sekitar 26.200 anggota militer dan pasukan keamanannya telah menerima perawatan sejak dimulainya genosida di Jalur Gaza, dengan 65 persen menderita kondisi psikologis, termasuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Kementerian merilis angka tersebut saat perang mencapai 1.000 hari. Namun, angka korban resmi tunduk pada sensor militer Israel yang ketat, dan angka yang dipublikasikan dipertanyakan oleh pengamat, yang menduga angka sebenarnya mungkin lebih tinggi. Middle East Monitor melaporkan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan sekitar 17.000 dari mereka yang menerima perawatan melalui Departemen Rehabilitasi dirawat karena kondisi psikologis, sementara 7.700 mengalami cedera fisik, termasuk 97 amputasi.
Kementerian mengatakan bahwa personel cadangan menyumbang 62 persen dari mereka yang terluka, diikuti oleh personel wajib militer sebesar 21 persen, petugas polisi sebesar 10 persen, dan personel militer karir sebesar 7 persen.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Menurut kementerian, 92 persen dari mereka yang menerima perawatan adalah laki-laki. Hampir 48 persen berusia di bawah 30 tahun, sementara 30 persen berusia antara 30 dan 39 tahun, dan 22 persen berusia di atas 40 tahun.
Kementerian memperkirakan jumlah personel militer dan keamanan Israel yang menerima perawatan melalui Departemen Rehabilitasi akan melebihi 90.000 pada akhir tahun 2026 dan mendekati 100.000 pada tahun 2028, termasuk sekitar 50.000 dengan cedera psikologis. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic