Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi empat warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera perompak di Somalia setelah kapal tanker MT Honour 25 dibajak di perairan sekitar Hafun.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, Senin (1/66) menyampaikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, manajemen kru kapal, serta sejumlah pihak lain yang terlibat dalam upaya penyelesaian kasus tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, seluruh WNI yang menjadi sandera dilaporkan dalam kondisi sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan hak gaji tetap dibayarkan selama masa penyanderaan.
Empat WNI yang berada di atas kapal tersebut masing-masing adalah Kapten Kapal Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Adi Faizal asal Bulukumba, Wahudinanto asal Pemalang, Jawa Tengah, serta Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Mereka termasuk dalam belasan awak kapal dari berbagai negara yang menjadi korban pembajakan saat kapal berlayar di kawasan rawan perompakan di perairan Somalia.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah bahkan telah membuka jalur komunikasi dengan pihak perompak dalam rangka mempercepat pembebasan para sandera.
Selain itu, Kemlu juga menggandeng sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan, termasuk Kedutaan Besar RI di Nairobi, Kenya, serta Konsulat Jenderal RI di Karachi, Pakistan, guna mendukung proses penyelamatan dan pengamanan para WNI.
Kasus pembajakan MT Honour 25 terjadi pada 22 April 2026 di perairan dekat Hafun, Somalia. Sejumlah pengamat maritim menilai meningkatnya risiko pembajakan di kawasan tersebut berkaitan dengan perubahan jalur pelayaran internasional akibat ketegangan keamanan di Timur Tengah.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Banyak kapal dagang memilih rute memutar melalui kawasan Tanduk Afrika sehingga meningkatkan lalu lintas kapal di wilayah yang dikenal sebagai salah satu titik rawan perompakan dunia.
Sementara itu, keluarga para korban di Indonesia terus berharap pemerintah dapat segera membebaskan para sandera. Beberapa anggota keluarga bahkan meminta perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto agar proses negosiasi dapat dipercepat.
Pemerintah menegaskan akan terus melakukan langkah terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri dan mengupayakan agar seluruh awak kapal dapat kembali dengan selamat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic