Aceh Tamiang, MINA – Tim relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus bergerak membantu warga terdampak banjir di Dusun Famili, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui program dapur umum Ramadhan, para relawan setiap hari membagikan 460 boks nasi untuk kebutuhan makan berbuka puasa dan sahur bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana tersebut.
Program kemanusiaan yang bekerjasama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) ini difokuskan kepada keluarga yang terdampak paling parah, terutama mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Banyak warga tidak dapat kembali bekerja karena rumah dan peralatan usaha mereka rusak atau hanyut terbawa arus.
Koordinator relawan UAR di Aceh Tamiang, Abdurrahman Parmo mengatakan program berbagi makanan ini bertujuan untuk meringankan beban warga di tengah situasi sulit.
“Sebagian besar warga di dusun ini rumahnya rusak akibat banjir, dan banyak yang tidak bisa lagi bekerja. Semoga program ini bisa berjalan lancar dan mendapat ridha Allah Ta’ala,” ujarnya kepada MINA di lokasi, Jumat (27/2).
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Selain menyediakan makanan berbuka dan sahur, relawan juga membantu membersihkan sisa lumpur di rumah-rumah warga serta menyalurkan bantuan logistik seperti air bersih dan kebutuhan pokok.
Para relawan dibantu para ibu-ibu desa setempat bekerja sejak pagi menyiapkan makanan di dapur umum, lalu mendistribusikannya menjelang waktu berbuka dan sebelum sahur agar warga tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang.
Warga Dusun Famili menyambut baik program tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu karena kondisi ekonomi yang belum pulih membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Kehadiran relawan UAR tidak hanya membawa bantuan makanan, tetapi juga dukungan moral dan semangat kebersamaan di tengah musibah.
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu merendam ratusan rumah warga di sejumlah kecamatan, termasuk Karang Baru. Curah hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai menyebabkan permukiman terendam hingga ketinggian tertentu, mengakibatkan kerusakan rumah dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.
Hingga kini, proses pemulihan masih berlangsung, dan bantuan dari berbagai pihak terus diharapkan untuk mempercepat bangkitnya warga dari dampak bencana tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
















Mina Indonesia
Mina Arabic