Makkah, MINA – Sebanyak 6.600 jamaah asal Palestina dilaporkan telah tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, di tengah situasi krisis kemanusiaan dan konflik yang masih berlangsung di wilayah Palestina.
Kehadiran mereka menjadi perhatian tersendiri karena sebagian jamaah harus menempuh perjalanan panjang dan penuh keterbatasan sebelum akhirnya mencapai Tanah Suci. Arabnews melaporkan, Selasa (19/5).
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, menyebutkan jamaah dari wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur berangkat melalui Yordania, sementara sekitar 700 jamaah dari Jalur Gaza melakukan perjalanan melalui Mesir.
Setibanya di Arab Saudi, para jamaah ditempatkan di sejumlah hotel yang telah disiapkan pemerintah Saudi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Otoritas Saudi juga dilaporkan telah menerima kedatangan jamaah Palestina bersama jamaah dari sejumlah negara lain melalui pintu perbatasan utara Kerajaan sejak akhir April lalu.
Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan dan sistem layanan haji guna memastikan keamanan serta kenyamanan jamaah, terutama menyusul meningkatnya jumlah peserta haji dari berbagai negara.
Pelaksanaan haji tahun ini berlangsung di tengah perhatian dunia terhadap kondisi Gaza yang terus dilanda agresi Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak warga Palestina mengalami kesulitan untuk berangkat haji akibat pembatasan mobilitas dan penutupan sejumlah jalur perbatasan.
Karena itu, keberangkatan ribuan jamaah Palestina tahun ini dipandang sebagai harapan sekaligus simbol keteguhan umat Islam Palestina dalam menjalankan ibadah di tengah tekanan konflik berkepanjangan.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Data otoritas statistik Arab Saudi menunjukkan lebih dari 1,6 juta jamaah menunaikan ibadah haji pada musim sebelumnya, dengan mayoritas berasal dari luar negeri.
Tahun ini, selain Palestina, puluhan ribu jamaah dari Suriah, Yordania, Indonesia, dan berbagai negara lain juga mulai berdatangan ke Makkah dan Madinah menjelang puncak haji yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.
Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi juga beberapa kali memberikan fasilitas dan undangan khusus bagi keluarga syuhada Palestina untuk menunaikan ibadah haji sebagai bentuk dukungan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
Kebijakan itu dinilai menjadi bagian dari solidaritas dunia Islam terhadap perjuangan dan penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi blokade serta konflik berkepanjangan. []
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic