Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir dan Longsor Landa Asia Tenggara, Korban Terbanyak dari Indonesia

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 28 November 2025 - 21:10 WIB

Jumat, 28 November 2025 - 21:10 WIB

10 Views ㅤ

Banjir di Aceh (foto: BNPB)
Banjir di Aceh (foto: BNPB)

Jakarta, MINA – Sejumlah negara di Asia Tenggara dilanda bencana banjir dan longsor dalam beberapa pekan terakhir. Hujan ekstrem yang dipicu krisis iklim memicu meluapnya sungai, tanah ambles, dan kerusakan luas yang menyebabkan lebih dari 300 orang meninggal dunia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah korban tertinggi dalam rangkaian bencana ini.

Malaysia

Di Malaysia, banjir besar melanda delapan negara bagian, termasuk Kelantan, Penang, Kedah, Perak, dan Perlis. Hujan tanpa henti membuat ribuan rumah terendam dan kawasan Perlis tampak seperti lautan.

“Airnya seperti lautan. Begitulah kelihatannya,” kata Gon, seorang warga Perlis.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Hingga Kamis, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lebih dari 30 ribu penduduk harus dievakuasi ke tempat aman, demikian laporan South China Morning Post (SCMP).

Thailand

Kondisi lebih buruk terjadi di Thailand. Banjir berkepanjangan melanda wilayah selatan. Sedikitnya 145 orang dilaporkan tewas menurut laporan Bangkok Post.

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan jenazah yang terpaksa diikat pada tiang lampu agar tidak hanyut terbawa derasnya arus air.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban dapat terus bertambah seiring proses pencarian yang masih berlangsung.

Indonesia

Sementara itu, Indonesia menghadapi dampak paling besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 174 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Jumat (28/11).

Di Sumatra Utara, jumlah korban mencapai 116 orang, dengan 41 lainnya masih hilang. Sumatra Barat mencatat 23 korban jiwa, sementara Aceh melaporkan total 35 orang meninggal dunia.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

BNPB menegaskan bahwa intensitas hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama bencana di tiga provinsi tersebut.

Vietnam

Vietnam tak luput dari bencana. Negara itu mengalami banjir terparah dalam 50 tahun terakhir. Menurut Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional (NCHMF), curah hujan ekstrem antara 16 hingga 23 November melampaui seluruh catatan sejarah.

Direktur NCHMF, Mai Van Khiem, menyebut fenomena ini sebagai kejadian yang hampir tidak pernah terjadi dalam lebih dari setengah abad.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Banjir merusak lebih dari 1.150 rumah, menghancurkan lebih dari 80 ribu hektare lahan padi dan tanaman pangan, dan menewaskan sedikitnya 90 orang, demikian laporan Xinhua.

Filipina

Di awal November, Filipina juga menghadapi banjir akibat badai musiman, meskipun skala dampaknya lebih kecil dari empat negara lain di kawasan.

Bencana yang terjadi berturut-turut ini semakin mempertegas kerentanan Asia Tenggara terhadap dampak krisis iklim.

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Intensitas hujan ekstrem yang meningkat, sistem drainase yang tidak memadai, serta perubahan pola cuaca menjadi tantangan besar bagi negara-negara di kawasan tersebut.

Para ahli menilai kerja sama regional dan penguatan sistem mitigasi bencana menjadi langkah mendesak untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak di masa mendatang.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA
Info MINA
Asia