Tepi Barat, MINA – Pasukan dan pemukim Israel dilaporkan mencabut serta membuldoser lebih dari 8.000 pohon, sebagian besar merupakan pohon zaitun berusia ratusan tahun di Tepi Barat dalam kurun satu pekan.
Kementerian Pertanian Palestina, dalam dokumentasi yang dikutip Sabtu (27/12) memperkirakan kerugian finansial mencapai sekitar $7 juta. Wafa melaporkan.
Serangan yang terjadi pada pekan ketiga Desember ini digambarkan sebagai eskalasi berbahaya yang dengan sengaja menargetkan sektor pertanian dan sumber ketahanan pangan masyarakat Palestina. Menurut kementerian, aksi tersebut merupakan bagian dari tindakan sistematis untuk menguasai lahan dan mengusir penduduk asli.
Sebagian besar kerusakan terkonsentrasi di wilayah utara dan tengah Tepi Barat. Sekitar 5.000 pohon zaitun dicabut di kota Silat al-Harithiya, barat Jenin, dan 3.000 pohon zaitun lainnya di Turmus Ayya, timur Ramallah. Operasi terpisah juga menghancurkan 156 pohon zaitun di Mukhmas, timur Yerusalem, serta 100 pohon ara di daerah Tulkarm.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Aksi penghancuran ini semakin menambah catatan panjang kerugian ekonomi dan ekologi yang diderita petani Palestina akibat kebijakan pendudukan Israel.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic