Yerusalem, MINA – Ritual keagamaan Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa semakin terbuka selama perayaan Sukkot 2026. Sejumlah pemukim Israel melakukan doa, nyanyian, tarian, sujud yang disebut “sujud epik”, serta membawa persembahan tumbuhan ke halaman kompleks masjid di tengah penjagaan polisi Israel.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebut praktik tersebut sebagai bagian dari peningkatan ritual Talmudik di kompleks Al-Aqsa. Mereka menilai tindakan itu berupaya mengubah kondisi historis dan hukum yang selama ini berlaku di tempat suci tersebut. Wafa melaporkan, Ahad (4/10).
Salah satu ritual yang menjadi sorotan adalah penggunaan lulav, rangkaian empat jenis tumbuhan berupa daun palem, murad, willow, dan buah etrog yang berkaitan dengan perayaan Sukkot. Pada 28 September, sekitar 1.271 pemukim dilaporkan memasuki kompleks Al-Aqsa dan melakukan berbagai ritual di bawah perlindungan aparat Israel.
Rangkaian ritual tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya jumlah pemukim yang memasuki kompleks Al-Aqsa selama musim hari raya Yahudi. Data Provinsi Yerusalem menyebut sekitar 40.661 pemukim memasuki kompleks tersebut sejak awal 2026 hingga akhir Agustus, sementara jumlahnya meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Menteri Wakaf, Urusan Islam dan Tempat Suci Yordania Mohammad Khalaileh memperingatkan peningkatan aktivitas tersebut berpotensi menciptakan realitas baru di Masjid Al-Aqsa. Ia menilai ritual yang dilakukan di bawah perlindungan polisi Israel merupakan pelanggaran terhadap status quo historis dan hukum di tempat suci itu.
Sejumlah negara Arab dan Islam juga menegaskan bahwa seluruh kompleks Al-Aqsa seluas 144 dunam merupakan tempat ibadah khusus umat Islam dan pengelolaannya berada di bawah Departemen Wakaf Islam Yerusalem.
Pemerintah Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Indonesia, Pakistan, Arab Saudi dan Turkiye sebelumnya mengecam berbagai penerobosan pemukim Israel serta menyerukan penghormatan terhadap status quo historis dan hukum di Al-Aqsa. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic