Kairo, MINA – Mesir menuduh Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu bekerja aktif untuk menghalangi implementasi fase kedua gencatan senjata Gaza dan berupaya memicu ketegangan regional.
Diaa Rashwan, Kepala Layanan Informasi Negara Mesir menyatakan dalam wawancara televisi yang dikutip, Sabtu (17/12), Netanyahu berusaha dengan segala cara untuk menghindari transisi ke fase kedua kesepakatan yang berlaku sejak 10 Oktober.
Rashwan mengklaim Netanyahu berupaya mengalihkan perhatian Amerika Serikat ke isu regional lain, terutama Iran, Suriah, dan Lebanon, serta memanfaatkan ketegangan AS-Iran untuk memicu konfrontasi yang lebih luas. Menurutnya, skenario ini dapat menggagalkan fase kedua dan kembali menyulut pertempuran di Gaza.
Meski demikian, Rashwan menekankan adanya veto jelas AS terhadap penghentian gencatan senjata. Dia menyatakan semua indikasi mengonfirmasi bahwa pemerintahan AS telah memutuskan untuk memulai fase kedua pada awal Januari dan pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Netanyahu pada 29 Desember kemungkinan akan menjadi tanda dimulainya fase tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Tersingkir, Presiden Israel Isaac Herzog Tunjuk Gadi Eisenkot Bentuk Pemerintahan
Rashwan menggambarkan Trump sebagai figur pragmatis yang ingin menyelesaikan apa yang ia anggap sebagai solusi historis. Namun, dia juga menyoroti upaya Israel untuk mengubah syarat fase kedua dengan memasukkan pelucutan senjata kelompok resistensi Palestina, sebuah kondisi yang tidak tercantum dalam naskah asli kesepakatan.
Lebih lanjut, Rashwan menyebut bahwa ide pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza telah lama diinginkan oleh elite politik sayap kanan jauh Israel, tetapi rencana Trump saat ini menegaskan bahwa tidak ada yang akan dipaksa keluar dan hak kembali dijamin bagi yang meninggalkan Gaza secara sukarela.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi
















Mina Indonesia
Mina Arabic