Jakarta, MINA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memilih menarik dukungannya dari 66 organisasi internasional dan badan-badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah menilai sejumlah lembaga itu mendorong agenda yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Keputusan ini diteken langsung oleh Presiden Donald Trump dalam sebuah perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Rabu (7/1). Anadolu melaporkan.
Langkah Washington ini mencakup penghentian dukungan finansial serta partisipasi AS pada organisasi yang bergerak di berbagai isu global, termasuk perubahan iklim, migrasi, ketenagakerjaan, dan hak asasi manusia.
Gedung Putih menilai bahwa keterlibatan AS dalam sejumlah lembaga tersebut telah membawa pengaruh kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai konservatif dan kepentingan keamanan nasional.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintahan Trump melihat beberapa badan internasional sebagai “tumpang tindih, salah kelola, dan membawa agenda yang tidak menguntungkan bagi kemakmuran serta kedaulatan AS.”
Beberapa badan PBB yang terdampak oleh keputusan itu antara lain konvensi perubahan iklim, badan populasi dunia, serta komisi dan lembaga yang fokus pada isu sosial dan ketenagakerjaan.
Selain itu, AS juga menarik diri dari forum kerja sama internasional di luar PBB, termasuk lembaga demokrasi dan forum kontra-terorisme global.
Keputusan AS ini datang di tengah kebijakan luar negeri Washington yang lebih keras baru-baru ini, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela dan sinyal kuat terhadap ambisi geopolitik di wilayah seperti Greenland.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Kebijakan tersebut memicu kritik dari sejumlah negara mitra yang mengingatkan pentingnya kerja sama internasional dan diplomasi dalam menghadapi isu global.
Langkah AS menarik dukungan dari banyak badan global bukan kali pertama terjadi. Pemerintahan Trump sebelumnya telah memutus dukungan terhadap beberapa lembaga internasional penting, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), dan organisasi pendidikan serta kebudayaan internasional.
Keputusan terbaru ini mempertegas pola kebijakan luar negeri AS yang lebih menekankan pada pendekatan unilateral, sekaligus menimbulkan kekhawatiran bahwa kerja sama multilateral global akan mengalami kemunduran dalam beberapa bidang krusial seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic