Yerusalem, MINA – Perlintasan Rafah kembali dibuka bersyarat sesuai dengan pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Israel pada Senin (26/1).
Dilansir dari Al-Mayadeen, pihak Israel setuju untuk membuka perbatasan hanya untuk lalu lintas individu, di bawah mekanisme kontrol penuh Israel. Namun, pembukaan kembali tersebut tetap bersyarat, dengan tuntutan yang mencakup pengembalian jenazah sandera Ran Gweili yang telah meninggal.
Pernyataan tersebut juga mengklarifikasi bahwa langkah tersebut sesuai dengan rencana Presiden AS Donald Trump bahwa penyeberangan hanya akan dibuka kembali setelah operasi selesai, sesuai dengan kesepahaman yang dicapai dengan AS mengenai pemulangan semua sandera Israel yang masih hidup dan jenazah sandera yang meninggal.
Menurut sumber-sumber politik yang dikutip oleh otoritas penyiaran, pemerintahan Trump telah mencapai kesepahaman dengan Israel, Mesir, dan pihak Palestina untuk membuka kembali penyeberangan Rafah Pekan ini. Namun, beberapa menteri kabinet Israel tetap teguh pada pendirian mereka bahwa keputusan tersebut tidak boleh dilanjutkan sebelum jenazah Gweili dikembalikan. []
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic