Washington, MINA — Dokumen resmi yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) melalui berkas-berkas Epstein Files mengungkap bahwa miliarder Amerika Serikat yang telah meninggal dunia, Jeffrey Epstein pernah memberikan dukungan finansial kepada militer Israel.
Selain itu, kegiatan perluasan pemukiman ilegal di wilayah Palestina juga mendapat sumbangan dari Epstein. Temuan ini menjadi sorotan internasional karena keterkaitan dengan isu pendudukan dan pelanggaran hukum internasional. Anadolu melaporkan.
Menurut catatan pajak yang diajukan Epstein pada tahun 2005, ia menyumbangkan sekitar $25.000 kepada Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), sebuah organisasi yang mengklaim mendukung kesejahteraan prajurit aktif dan veteran Angkatan Pertahanan Israel (IDF) melalui penggalangan dana di Amerika Serikat.
Selain itu, Epstein juga tercatat memberikan $15.000 kepada Jewish National Fund (JNF), lembaga nirlaba yang dikenal berperan aktif dalam akuisisi tanah dan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Aktivitas JNF ini selama beberapa dekade mendapat kritik internasional karena dianggap memperkuat kehadiran pemukim di wilayah yang dinilai ilegal oleh hukum internasional.
Catatan tambahan menunjukkan bahwa dukungan keuangan Epstein tidak hanya terbatas pada dua organisasi utama tersebut. Ia juga pernah memberikan bantuan kepada organisasi wanita Yahudi serta beberapa badan sosial lainnya, yang menambah kompleksitas hubungan finansialnya dengan entitas yang terkait isu Israel–Palestina.
Pelepasan dokumen oleh DOJ juga memicu berbagai narasi tambahan, termasuk korespondensi lama yang menunjukkan pandangan Epstein mengenai wilayah Palestina dan klaim sejarahnya sendiri yang kontroversial.
Pernyataan tersebut turut memunculkan kritik tajam dari komunitas internasional yang menilai dukungan finansial semacam itu berpotensi memperpanjang konflik dan penderitaan rakyat Palestina.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Jeffrey Epstein dikenal sebagai pengusaha kaya raya yang kemudian menjadi terpidana dalam kasus perdagangan seks anak di bawah umur dan konfliknya dengan hukum Amerika Serikat.
Ia meninggal dunia di sel tahanan pada 2019 saat menunggu proses hukum lanjutan atas berbagai dakwaan serius. Berkas-berkas yang sekarang dipublikasikan oleh pemerintah AS merupakan bagian dari ratusan ribu dokumen yang dibuka untuk publik sebagai bagian dari penyelidikan mendalam atas aktivitasnya, termasuk jaringan relasi dan aliran dana internasionalnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic