Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uni Afrika Desak Israel Cabut Pengakuan terhadap Somaliland

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:06 WIB

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:06 WIB

27 Views ㅤ

Ilustrasi: Pertemuan Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia. (Foto: Kantor Kepresidenan Rwanda)

Addis Ababa, MINA – Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika menolak pengakuan Israel terhadap wilayah Somaliland yang memisahkan diri dan menyerukan Tel Aviv untuk membatalkan keputusannya, mendesak mitra internasional menegaskan kembali kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial Somalia.

“Kami sangat mengutuk dan menolak pengakuan sepihak Israel terhadap apa yang disebut Republik Somaliland dan menyerukan agar Israel segera mencabut pengakuan ini,” kata Dewan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah pertemuan para menteri luar negeri di Addis Ababa, Ethiopia. Pertemuan tersebut berfokus pada situasi di Somalia dan operasi Misi Uni Afrika untuk Dukungan dan Stabilitas (AUSSOM). MEMO melaporkan, Jumat (13/2).

“Kami menolak semua bentuk campur tangan eksternal yang bertujuan memecah belah Somalia, dan kami mengutuk setiap tindakan yang merusak kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorialnya,” ujar Dewan.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Langkah ini menyusul pengakuan Israel terhadap wilayah Somaliland yang memisahkan diri sebagai negara berdaulat pada 26 Desember tahun lalu, sebuah langkah yang secara luas ditolak di seluruh wilayah tersebut.

Sejak mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, wilayah tersebut telah bertindak sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang independen, sementara pemerintah pusat tidak mampu menegakkan kendali atau mendapatkan pengakuan formal atas kemerdekaannya.

Dewan tersebut juga memuji keberhasilan militer baru-baru ini melawan kelompok bersenjata al-Shabaab, yang terkait dengan al-Qaeda.

Dewan tersebut mendesak pemerintah Somalia memperkuat dialog internal dengan negara-negara bagian federal untuk mengatasi perpecahan yang menghambat upaya stabilitas.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda