Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Rendam Pantura Semarang, Arus Lalu Lintas Tersendat Puluhan Kilo Meter

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 16 Februari 2026 - 17:19 WIB

Senin, 16 Februari 2026 - 17:19 WIB

18 Views ㅤ

Banjir Rob (Dok : X)

Semarang, MINA — Arus lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) Semarang–Demak, Jawa Tengah, tersendat panjang pada Senin (16/2) pagi setelah banjir meluas merendam ruas Jalan Raya Kaligawe, mengakibatkan antrean kendaraan mencapai sekitar 15 kilometer dari kedua arah.

Banjir yang terjadi di Kilometer 7–9 tersebut disebabkan oleh luapan Kali Babon akibat kiriman air deras dari wilayah hulu di Kabupaten Semarang setelah hujan tinggi mengguyur kawasan sejak Sabtu malam.

Air menggenangi sisi selatan jalan nasional itu hingga mencapai ketinggian 20–50 sentimeter, sehingga kendaraan roda dua dan mobil kecil banyak yang mogok di tengah genangan.

Kompol Rismanto, Kapolsek Genuk mengatakan banjir menyulitkan pergerakan kendaraan dari arah Demak menuju Kota Semarang dan sebaliknya, serta menghambat distribusi barang di rute vital tersebut.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

“Kemacetan mencapai sekitar 15 kilometer tadi sekitar pukul 10.15 WIB,” ujarnya kepada petugas media di lokasi.

Petugas kepolisian dan Satuan Lalu Lintas Polres Demak telah berupaya mengatur kendaraan melalui jalur alternatif, terutama untuk kendaraan kecil agar tidak terjebak di titik genangan terdalam.

Sementara itu, truk dan angkutan berat terpaksa melambat saat melewati ruas yang masih tergenang demi mencegah mogok yang lebih parah.

Fenomena banjir di jalur Pantura ini bukan kejadian tunggal. Wilayah Pantura Semarang dikenal rentan terhadap genangan, baik akibat luapan sungai saat hujan deras di hulu maupun kombinasi dengan faktor geografis seperti penurunan tanah dan curah hujan tinggi yang membuat drainase tidak efektif.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Upaya antisipatif seperti peningkatan kapasitas pompa air dan sistem peringatan dini terus dilakukan pemerintah setempat untuk mengurangi dampak banjir di masa mendatang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Rekomendasi untuk Anda