Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Al-Aqsa Peringatkan Rencana Israel Yahudikan Halaman Tembok Buraq

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 8 Mei 2026 - 08:30 WIB

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:30 WIB

40 Views ㅤ

Situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsha. (Anadolu)

Yerusalem, MINA – Direktur Masjid Al-Aqsa, Najeh Bakairat, memperingatkan tentang rencana permukiman yang digagas oleh otoritas pendudukan Israel yang bertujuan untuk mengYahudikan halaman tembok Al-Buraq. Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan perubahan status quo di kawasan masjid suci umat Islam tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan mengungkapkan adanya “rencana permukiman yang bertujuan memperluas area Al-Buraq untuk menyelesaikan perselisihan antara komunitas Yahudi lokal dan komunitas Yahudi di Amerika.” Anadolu melaporkan, Kamis (7/5).

Perselisihan tersebut, menurut laporan, terkait dengan masalah percampuran antara jemaah perempuan dan laki-laki di area tersebut.

Syekh Bakairat menegaskan bahwa “rencana Israel terhadap Tembok Buraq merupakan bagian integral dari rencana besar yang digerakkan oleh pemerintah pendudukan untuk mengYahudikan Masjid Al-Aqsa secara keseluruhan.”

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Ia juga mengingatkan bahwa “tembok yang kini coba disentuh oleh Israel ini adalah tempat di mana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam singgah dan menambatkan hewan tunggangannya, Al-Buraq, selama perjalanan Isra’ Mi’raj.”

Ia menambahkan bahwa tempat ini adalah bagian dari sejarah perjalanan suci umat Islam, dan sangat disayangkan jika Israel secara keliru menyebutnya sebagai ‘Tembok Barat’.

Syekh Bakairat menyerukan kepada seluruh dunia Arab dan Islam untuk segera campur tangan guna menyelamatkan Masjid Al-Aqsa. Ia memperingatkan bahwa “penggalian yang dilakukan Israel saat ini di kawasan Buraq terus berlangsung dan dengan sengaja berupaya menghapus peninggalan sejarah Islam.”

Menurutnya, kawasan tersebut dipenuhi dengan bukti sejarah dari era Umayyah dan Ottoman yang dengan jelas membuktikan identitas Islam dan akar sejarah tempat tersebut. Penghapusan bukti-bukti ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengubah identitas kawasan.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, pada hari Rabu lalu mengungkap rincian rencana ini yang menyasar area seluas ratusan meter di Al-Buraq Square.

Menurut surat kabar tersebut, pekerjaan perluasan di dalam alun-alun dimaksudkan untuk menciptakan koneksi antara alun-alun di utara dan situs “Robinson’s Arch” di selatan.

Rencana ini juga mencakup pembagian alun-alun menjadi tiga bagian, dengan salah satu bagian akan digunakan sebagai area campuran antara laki-laki dan perempuan sebagai respons terhadap tuntutan komunitas Yahudi di luar negeri. Bahkan, beberapa pihak sempat mengancam akan menghentikan dukungan keuangan mereka terhadap Israel jika tuntutan ini tidak dipenuhi.

Surat kabar itu menambahkan bahwa rencana ini disampaikan oleh kepala Badan Yahudi, Natan Sharansky. Tujuannya adalah untuk meredakan ketegangan internal antara komunitas Yahudi, terutama setelah rencana tersebut mendapat persetujuan dari kalangan Yahudi di Yerusalem dan diaspora Yahudi di Amerika Serikat. []

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda