Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya di Agustus

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 5 Maret 2026 - 10:00 WIB

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:00 WIB

27 Views ㅤ

Ilustasi: sungai kering karena kemarau yang membuat ikan mati. (Gambar: Dreamina)

Jakarta, MINA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pergeseran musim ini dipengaruhi berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 yang kini telah memasuki fase Netral. Ia menyebut, berdasarkan pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik, indeks ENSO berada di angka -0,28 atau Netral dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.

“Sementara itu, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat sebesar 50–60 persen pada semester kedua perlu menjadi perhatian,” ujarnya dalam konferensi pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Jakarta, Rabu (4/3).

Faisal menambahkan, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap berada pada fase Netral sepanjang tahun. Ia menjelaskan, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau di Indonesia.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Menurut data BMKG, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Wilayah tersebut meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci sebanyak 184 ZOM (26,3 persen) akan menyusul pada Mei 2026 dan 163 ZOM (23,3 persen) pada Juni 2026. Ia menegaskan, awal kemarau di 325 ZOM atau 46,5 persen wilayah diprediksi maju, 173 ZOM (24,7 persen) sama dengan normal, dan 72 ZOM (10,3 persen) mundur dari biasanya.

Ardhasena menyebut wilayah yang diperkirakan mengalami awal kemarau lebih cepat meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku hingga sebagian Papua.

BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agustus 2026, mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah. Sementara itu, 12,6 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Juli dan 14,3 persen pada September.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Selain itu, sifat musim kemarau 2026 secara umum diprediksi Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5 persen) dan Normal di 245 ZOM (35,1 persen). Hanya tiga ZOM di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah.

Faisal mengingatkan pentingnya langkah antisipasi oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Ia menekankan sektor pangan perlu segera menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang hemat air, tahan kekeringan, dan memiliki siklus panen lebih singkat.

“Penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi juga perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih dan mendukung operasional PLTA,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara. Menurutnya, informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (early warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (early action) guna meminimalkan risiko bencana kekeringan. []

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda