Malang, MINA – Arema FC tertinggal 0-2 dari Bali United FC di sepanjang babak pertama laga Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (6/3) malam.
Dua gol Serdadu Tridatu dicetak oleh dua pemain anyarnya, Teppei Yachida (17) pada menit ke-22 dan Diego Campos pada menit ke-27.
Pada babak kedua, skuad Singo Edan langsung melakukan serangan bergelombang. Satu tendangan bebas bahkan mengancam gawang yang dikawal oleh kiper asal Belanda milik Bali United, Mike Hauptmeijer (1).
Pada menit ke-61, Dalberto (94) berulang kali gagal mencetak gol, akhirnya mencetak golnya setelah terjadi kemelut di kotak penalti tim tamu. Namun, wasit menyatakan offside. Rio Fahmi yang melakukan umpan tarik kepada Dalberto menjadi pemain yang dinyatakan offside.
Baca Juga: Usai Juara FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Piala Asia 2027
Wasit Dika Rahmat Hidayat untuk sementara melakukan cek dan berkomunikasi dengan Ruang VAR. Tidak berapa lama, wasit Dika memutuskan mengesahkan gol Dalberto.
Skor menjadi 1-2. Arema FC memperkecil ketertinggalan.
Gol kedua pemain Jepang
Pada menit ke-66, Bali United yang awalnya banyak bertahan, melakukan serangan balik cepat lewat Irfan Jaya (41) di sisi kiri wilayah Arema. Irfan Jaya kemudian mengirim umpan crossing bawah, yang kemudian diterima oleh Teppei Yachida (17) dalam posisi membelakangi gawang.
Baca Juga: Ini Kata-Kata Pelatih John Herdman Usai Timnas Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Dari tengah kotak penalti, pemain Jepang itu melakukan tembakan dengan gerakan badan yang memutar. Bola bergulir ke ujung kanan gawang dan gol. Kiper Gianluca Pandeynuwu (18) tidak mampu menjangkau bola yang jauh.
Skor berubah menjadi 1-3 untuk keunggulan Bali United.
Penalti
Pada menit ke-75, Arema FC menyerang. Wasit Dika meniup peluit dan menunjuk titik putih milik Bali United. Itu terjadi setelah tangan Yusuf Meilana (77) mengenai bola di kotak terlarang.
Baca Juga: Timnas Portugal Masih Buka Pintu untuk Ronaldo, Pelatih Jorge Jesus Sebut Hanya Kesalahpahaman
Dalberto (94) menjadi algojo eksekusi. Dengan kepercayaan yang tinggi, pemain Brasil itu melakukan eksekusi yang dingin. Meski kiper Mike Hauptmeijer (1) mampu membaca arah bola, tetapi jauhnya bola di pinggir tidak terjangkau.
Gol. Skor menjadi 2-3 pada menit ke-78. Angka itu memberi harapan baru bagi tim tuan rumah di 12 menit waktu normal yang tersisa.
Pertandingan semakin panas dengan emosi yang meningkat dan berujung kartu kuning terhadap pemain Arema, Johan Ahmad Farizi (87).
Singo Edan terus menggempur pertahanan Serdadu Tridatu untuk menciptakan gol penyeimbang.
Baca Juga: “King Indo” Resmi Jadi “King ASEAN”
Bunuh diri balas bunuh diri
Namun, petaka justru menghajar Arema FC. Betinho (28) dan kiper Pandeynuwu salah pengertian. Sundulan Betinho yang dimaksudkan memberi bola kepada kiper, justru lolos menuju gawang.
Gol. Skor menjadi 2-4 pada menit ke-90+4.
Namun, semenit kemudian, giliran bek Bali United, Kadek Arel (4) yang melakukan gol bunuh diri. Halauannya terhadap tembakan Dalberto tidak sempurna. Kakinya yang mengenai bola justru membuat bola sedikit berbelok, mengecoh kiper Hauptmeijer.
Baca Juga: Juara FIFA ASEAN Cup, Ini Peringkat Indonesia di Dunia
Gol. Skor menjadi 3-4 dengan gol tercatat milik Dalberto pada menit ke-90+5. Itu berarti Dalberto mencetak hattrick.
Empat menit yang tegang
Empat menit yang tersisa menjadi ketegangan yang tinggi karena Arema terus memborbardir pertahanan Bali. Pelatih Marquinhos Santos menambah jumlah penyerang.
Namun, rapatnya pertahanan tim tamu menutup pintu harapan bagi Arema FC. Hattrick Dalberto gagal menyelamatkan tim.
Baca Juga: Emil Audero: Kiper Timnas Indonesia yang Menepis Mimpi Buruk
Raihan 3 poin mendongkrak Bali United FC ke posisi 9 di klasemen sementara. Sementara Arema terjatuh dari 10 besar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Melalui Drama Adu Pinalti
















Mina Indonesia
Mina Arabic