Kreta, MINA – Kapal induk tercanggih dan terbesar milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford dilaporkan ditarik mundur dari kawasan pertempuran di Timur Tengah menuju Teluk Souda di Kreta, Yunani, Selasa (24/3).
Penarikan aset tempur utama Washington ini dilakukan setelah kapal tersebut dilaporkan mengalami insiden kebakaran di tengah ketegangan perang yang melibatkan Iran dan entitas Zionis Israel. Al-Jazeera melaporkan, Selasa (24/3).
Pihak Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa kapal induk tersebut harus menjalani perawatan dan perbaikan mendesak. Meskipun pihak Pentagon mengklaim kebakaran tersebut berasal dari area binatu dan tidak terkait langsung dengan serangan lawan, insiden ini terjadi tepat saat militer Iran melalui komando Khatam Al-Anbiya mengancam akan menjadikan USS Gerald R Ford sebagai target utama rudal-rudal mereka di Laut Merah.
Juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqar sebelumnya telah menegaskan bahwa kehadiran USS Gerald R Ford merupakan ancaman langsung bagi kedaulatan Iran.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Kapal yang bertugas memberikan dukungan logistik bagi operasi militer gabungan AS-Israel bertajuk “Operation Epic Fury” tersebut dinilai sebagai simbol intervensi Barat yang harus dilumpuhkan. Penarikan ini pun memicu spekulasi mengenai kerentanan armada laut AS di hadapan teknologi rudal Teheran.
USS Gerald R Ford sendiri merupakan kapal induk kelas terbaru yang diklaim memiliki teknologi paling mutakhir di dunia, termasuk sistem peluncuran pesawat elektromagnetik.
Namun, penempatan kapal ini di Timur Tengah sejak Juni tahun lalu telah melewati batas waktu operasional normal, bahkan hampir memecahkan rekor penempatan kapal induk terlama sejak era Perang Vietnam jika terus bertahan hingga April mendatang.
Secara geopolitik, mundurnya kapal induk ini memberikan tekanan psikologis bagi kekuatan koalisi di kawasan. Iran telah menunjukkan peningkatan kapabilitas militernya, terutama melalui pengembangan rudal balistik dan drone bunuh diri yang mampu menjangkau sasaran bergerak di laut.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Fakta bahwa kapal “super” seharga miliaran dolar ini harus menepi untuk perbaikan di saat tensi memuncak, menjadi catatan penting bagi peta kekuatan di Teluk. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic