Tel Aviv, MINA – Kementerian Transportasi Israel menginformasi bandara dan maskapai penerbangan asing tentang perpanjangan penutupan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv hingga 16 April.
Channel 13 Israel pada Rabu (25/3) melaporkan, Kementerian mengeluarkan pemberitahuan resmi yang menyatakan bahwa penutupan wilayah udara akan tetap berlaku hingga tanggal tersebut. Demikian dikutip dari Middle East Monitor.
Dalam pemberitahuannya, kementerian mengatakan periode penutupan dapat dipersingkat dan operasi penerbangan penuh dapat dilanjutkan lebih awal jika situasi keamanan membaik atau perang yang sedang berlangsung berakhir.
Menurut Channel 13, arahan tersebut secara efektif mengharuskan maskapai penerbangan asing yang belum membatalkan penerbangan April mereka ke dan dari Israel untuk secara resmi mengumumkan posisi.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Langkah ini merupakan bagian dari penilaian keamanan yang sedang berlangsung dan upaya untuk menyelaraskan operasi di Bandara Ben Gurion dengan situasi keamanan saat ini.
Pada Selasa, Menteri Transportasi Israel Miri Regev berbicara kepada para pelancong Israel yang terdampar di luar negeri, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memberi mereka kompensasi finansial.
AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic