Teheran, MINA – Pemerintah Iran memperingatkan akan mengakhiri kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus melancarkan serangan militer ke Lebanon, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap semangat perdamaian yang sedang dibangun.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel ke wilayah Lebanon, termasuk serangan udara besar-besaran yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.
Iran menilai tindakan tersebut bertentangan dengan upaya de-eskalasi yang telah disepakati bersama Washington melalui mediasi Pakistan. Tasnim melaporkan, Kamis (9/4).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa gencatan senjata harus mencakup penghentian agresi Israel di Lebanon. Ia bahkan menyatakan bahwa Amerika Serikat harus memilih antara mempertahankan kesepakatan damai atau membiarkan konflik berlanjut melalui sekutunya di kawasan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sumber-sumber di Teheran juga mengindikasikan bahwa Iran telah mempertimbangkan langkah lebih jauh, termasuk menarik diri dari kesepakatan dan meningkatkan tekanan strategis, seperti pembatasan jalur energi global di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut berpotensi memperburuk krisis energi dunia yang sudah terdampak konflik kawasan.
Di sisi lain, Israel menegaskan bahwa operasi militernya di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata dengan Iran. Serangan tersebut disebut menargetkan posisi Hizbullah, meskipun laporan internasional menunjukkan banyak korban sipil dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk Beirut dan Lembah Bekaa. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic