Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini Biodata Pelaku Penembakan Trump

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 26 April 2026 - 16:09 WIB

Ahad, 26 April 2026 - 16:09 WIB

54 Views ㅤ

Cole Allen, penembak Trump (foto: IG)

Washington, MINA – Pelaku penembakan dalam acara jamuan makan malam Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terungkap. Ia adalah seorang guru bimbingan belajar (bimbel) berpendidikan tinggi asal California, yang mengejutkan publik karena latar belakang akademisnya.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia sekitar 31 tahun dari Torrance, California, ditangkap aparat keamanan setelah insiden penembakan yang terjadi dalam acara White House Correspondents’ Dinner di Washington.

Otoritas menyebut pelaku diduga bertindak seorang diri dan saat ini masih dalam penyelidikan intensif. New York Post melaporkan, Ahad (2/4).

Dalam insiden tersebut, Allen dilaporkan membawa sejumlah senjata, termasuk senapan, pistol, dan senjata tajam.

Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih

Aksi penembakan sempat memicu kepanikan di lokasi acara, memaksa aparat keamanan segera mengevakuasi Presiden Trump, pejabat tinggi, serta para tamu undangan yang hadir. Seorang agen keamanan dilaporkan mengalami luka, namun berhasil selamat berkat perlindungan rompi antipeluru.

Allen diketahui bukan sosok dengan latar belakang kriminal. Ia disebut sebagai individu berpendidikan tinggi, lulusan California Institute of Technology (Caltech), serta pernah bekerja sebagai pengembang perangkat lunak dan guru privat.

Bahkan, ia sempat mendapatkan penghargaan sebagai pengajar berprestasi dalam program bimbingan belajar tempatnya bekerja.

Sejumlah laporan juga menyebutkan Allen aktif sebagai tutor akademik dan pengembang gim, serta memiliki rekam jejak intelektual yang baik. Namun hingga kini, motif di balik aksi penembakan tersebut masih belum diketahui, dan pihak berwenang terus mendalami kemungkinan latar belakang ideologi maupun faktor psikologis pelaku.

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp362,6 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Meski Trump Klaim Sudah Dihancurkan

Sejumlah pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan pejabat tinggi negara, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis HAM Bawa Bukti Dugaan Kejahatan ke ICC, Desak Surat Penangkapan Trump dan Pejabat AS

Rekomendasi untuk Anda