Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ASEAN-Uni Eropa Perkuat Transisi Energi Hijau Hadapi Krisis Global

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WIB

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WIB

25 Views ㅤ

Presiden RI Prabowo Subianto mengikuti sesi retret dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN). (Foto: Ant)

Cebu, MINA – Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa menyerukan penguatan kerja sama strategis di bidang keberlanjutan dan transisi energi di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global serta gangguan rantai pasok internasional.

Seruan itu mengemuka dalam KTT Keberlanjutan ASEAN-Uni Eropa 2026 yang digelar di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).

Forum perdana tersebut mempertemukan lebih dari 200 pembuat kebijakan, diplomat, dan pelaku industri dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa.

Mereka membahas langkah konkret memperkuat kolaborasi di sektor aksi iklim, perdagangan hijau, ketahanan pangan, hingga pengembangan rantai pasok yang lebih tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Menteri Keuangan Filipina, Frederick Go, menegaskan hubungan ekonomi antara Filipina dan Uni Eropa kini tidak lagi hanya berfokus pada perdagangan dan investasi, tetapi juga pada isu keberlanjutan, iklim, dan pertumbuhan inklusif.

Ia menyebut rencana Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa-Filipina sebagai salah satu agenda ekonomi paling penting tahun ini dengan target penandatanganan pada kuartal ketiga 2026.

Sementara itu, Presiden Kamar Dagang Eropa di Filipina, Paulo Duarte, mengatakan krisis energi global, lonjakan biaya produksi, dan terganggunya rantai pasok telah mendorong negara-negara ASEAN dan Eropa menjadikan keberlanjutan sebagai kebutuhan mendesak.

Menurutnya, keberlanjutan kini menjadi fondasi utama bagi daya saing ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang kawasan.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Dalam rangkaian KTT ASEAN di Cebu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga mengingatkan ancaman krisis energi berkepanjangan akibat ketegangan geopolitik global.

Ia mendorong negara-negara ASEAN mempercepat diversifikasi energi dan pengembangan energi terbarukan agar kawasan tidak terus bergantung pada sumber energi konvensional.

Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, saat ini tengah memperluas pengembangan bioenergi, kendaraan listrik, hingga proyek tenaga surya skala besar sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

Penguatan kerja sama ASEAN-Uni Eropa dinilai penting karena kedua kawasan memiliki posisi strategis dalam ekonomi global. Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang terbesar ASEAN, sementara Asia Tenggara dipandang sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Kolaborasi di bidang energi hijau dan keberlanjutan dapat membuka peluang investasi baru, memperkuat ketahanan ekonomi regional, sekaligus membantu percepatan pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission) di masa mendatang.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Eropa
Palestina
Dunia Islam
Internasional
Eropa