Tel Aviv – Israel memindahkan para aktivis yang ditahan dari armada bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza ke Pelabuhan Ashdod setelah menyerang dan menculik konvoi tersebut di perairan internasional, demikian pernyataan kelompok hak asasi Israel, Adalah, Rabu (20/5).
Dalam sebuah pernyataan, Adalah mengatakan para peserta Global Sumud Flotilla, termasuk aktivis solidaritas internasional, pembela hak asasi manusia, dan relawan medis, dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah pencegatan militer Israel yang ilegal.
“Setelah berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade ilegal, para peserta sipil ini diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel di luar kehendak mereka,” tambah pernyataan itu.
Adalah mengatakan informasi tentang keberadaan para aktivis yang ditahan, status hukum mereka, dan kondisi fisik mereka sangat dibatasi. Kelompok hak asasi tersebut mengatakan pengacara staf mereka, bersama dengan pengacara sukarelawan, telah diberi akses ke Pelabuhan Ashdod untuk melakukan konsultasi hukum dengan para tahanan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
“Pencegatan militer terhadap kapal sipil di perairan internasional, pemindahan paksa warga negara internasional ke wilayah Israel di luar kehendak mereka, dan penolakan jalur aman untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada populasi yang diblokade merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” kata Adalah.
Adalah mengatakan tindakan Israel adalah perpanjangan langsung dari kebijakan hukuman kolektif dan kelaparan terhadap warga Palestina di Gaza. Tim hukumnya akan menantang legalitas penahanan ini dan menuntut pembebasan segera semua peserta flotilla.
Para pengorganisir armada bantuan mengatakan, lebih dari 87 aktivis telah memulai mogok makan sebagai protes atas penculikan mereka oleh Israel dan sebagai solidaritas dengan 9.500 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Menurut para pengorganisir, pasukan Israel menyerang total 50 kapal yang membawa 428 orang dari 44 negara di perairan internasional pada Senin (18/5)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Armada tersebut berangkat dari distrik Marmaris, Turki, dalam upaya baru untuk mematahkan blokade ilegal Israel yang diberlakukan di Gaza sejak 2007.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic