Makkah, MINA – Pemerintah Indonesia mengimbau jamaah haji asal Indonesia untuk tidak melakukan lempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi menyusul tingginya suhu udara di kawasan Mina yang berpotensi membahayakan kesehatan jamaah.
Imbauan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko cuaca ekstrem selama puncak ibadah haji.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelaskan, suhu di Arab Saudi pada musim haji tahun ini diperkirakan dapat mencapai lebih dari 45 derajat Celsius pada siang hari.
Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu kelelahan berat, dehidrasi, hingga serangan panas (heatstroke), terutama bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Karena itu, jamaah dianjurkan melaksanakan lempar jumrah pada waktu yang lebih aman, seperti pagi sebelum pukul 10.00 atau malam hari setelah suhu mulai menurun. Petugas juga meminta jamaah untuk selalu menggunakan payung, membawa air minum, serta mengurangi aktivitas di luar tenda ketika cuaca sedang terik.
Kementerian Haji dan Umrah RI sebelumnya telah menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama fase Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Tahapan ini dikenal sebagai puncak ibadah haji yang membutuhkan stamina kuat karena jamaah harus berpindah tempat dalam kondisi kepadatan tinggi dan cuaca panas ekstrem.
Data otoritas kesehatan Arab Saudi menunjukkan, suhu panas menjadi salah satu tantangan utama penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Pada musim haji sebelumnya, ribuan jamaah dari berbagai negara dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih, termasuk kasus heat exhaustion dan heatstroke.
PPIH juga terus mengingatkan jamaah Indonesia agar mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri beribadah di tengah suhu ekstrem. Pemerintah berharap seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan tetap menjaga kesehatan hingga kembali ke Tanah Air. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic