Tel Aviv, MINA – Mantan analis intelijen Angkatan Laut Amerika Serikat yang pernah dipenjara karena menjadi mata-mata untuk Israel, Jonathan Pollard memperingatkan bahwa Israel dapat menghadapi konflik yang lebih sulit jika berhadapan dengan Turki dibandingkan saat menghadapi Iran.
Pernyataan itu disampaikan Pollard dalam sebuah wawancara podcast yang membahas dinamika keamanan kawasan Timur Tengah pasca-konfrontasi Israel dan Iran.
Menurut Pollard, Israel perlu bersiap menghadapi kemungkinan perang regional yang lebih luas di masa mendatang. KAN melaporkan, Sabtu (30/5).
Ia menyebut Turki dan Mesir sebagai negara yang berpotensi menjadi tantangan berikutnya bagi Israel. Namun, ia menilai kemampuan militer dan posisi strategis Turki akan menjadikan setiap konfrontasi jauh lebih kompleks dibandingkan konflik yang pernah terjadi dengan Iran.
Baca Juga: Netanyahu Tersingkir, Presiden Israel Isaac Herzog Tunjuk Gadi Eisenkot Bentuk Pemerintahan
Pollard juga menyoroti perkembangan situasi di Suriah, khususnya meningkatnya pengaruh Turki terhadap pemerintahan transisi di negara tersebut.
Ia memperingatkan bahwa jika wilayah selatan Suriah kembali berada di bawah pemerintahan yang didukung Ankara, maka kepentingan keamanan Israel di kawasan perbatasan akan menghadapi tantangan baru.
Hubungan Israel dan Turki dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami pasang surut. Ketegangan meningkat terutama sejak agresi Israel di Jalur Gaza yang memicu kecaman keras dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Ankara berulang kali menuduh Israel melakukan pelanggaran hukum internasional terhadap rakyat Palestina, sementara Israel menilai sikap Turki semakin konfrontatif terhadap kebijakan keamanannya.
Baca Juga: Israel Tetap Serang Gaza Meski Banjir Rendam Ribuan Tenda Pengungsi
Dari sisi militer, Turki merupakan salah satu anggota penting North Atlantic Treaty Organization dan memiliki industri pertahanan yang berkembang pesat.
Negara itu juga terus memperkuat kemampuan udara, drone tempur, dan sistem pertahanan nasionalnya. Sejumlah pengamat menilai kapasitas tersebut menjadikan Turki salah satu kekuatan militer utama di kawasan Timur Tengah dan Mediterania Timur.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada indikasi resmi bahwa Israel tengah mempersiapkan operasi militer terhadap Turki maupun Mesir.
Pernyataan Pollard lebih mencerminkan pandangan pribadi mengenai kemungkinan perkembangan geopolitik di kawasan. Namun komentarnya tetap menarik perhatian karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional, konflik Gaza yang belum berakhir, serta persaingan pengaruh antara berbagai negara di Timur Tengah. []
Baca Juga: Pemukim Israel Serang Petani Palestina dan Curi Hasil Panen
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic