Islamabad, MINA – Pakistan kembali meraih penghargaan haji Labbaytum Award 2026 dari otoritas haji Arab Saudi, menandai keberhasilan negara tersebut dalam pengelolaan layanan jamaah haji untuk tahun kedua secara berturut-turut.
Capaian ini menjadi perhatian dunia Islam karena Pakistan dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan kuota hajinya. Pakistan Today melaporkan, Jumat (5/6).
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain efisiensi penyelenggaraan haji, kualitas layanan bagi jamaah, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan otoritas terkait dalam memastikan kelancaran proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah.
Pakistan dinilai mampu memenuhi berbagai standar yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji modern.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Salah satu faktor yang banyak mendapat perhatian adalah keberhasilan Pakistan dalam mengelola kuota haji secara maksimal. Pemerintah Pakistan juga terus memperluas digitalisasi layanan, mulai dari proses pendaftaran, pengelolaan dokumen perjalanan, hingga sistem informasi bagi jamaah selama berada di Tanah Suci.
Keberhasilan tersebut menjadi kontras dengan sejumlah negara lain yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan haji, termasuk panjangnya masa tunggu keberangkatan jamaah.
Di beberapa negara berpenduduk Muslim besar, tingginya minat masyarakat untuk berhaji belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan kuota yang memadai sehingga daftar tunggu terus bertambah dari tahun ke tahun.
Menurut data resmi Arab Saudi, jumlah jamaah haji dunia terus meningkat seiring pulihnya mobilitas internasional pascapandemi. Kondisi ini mendorong setiap negara untuk meningkatkan kualitas tata kelola haji agar mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi jamaahnya.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Keberhasilan Pakistan meraih Labbaytum Award dua tahun berturut-turut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi negara-negara Muslim lainnya.
Penguatan manajemen, digitalisasi layanan, transparansi tata kelola, serta optimalisasi kuota dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic