Teheran, MINA – Iran menegaskan tidak akan membiarkan setiap serangan maupun ancaman terhadap kedaulatan negaranya tanpa balasan. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa operasi militernya terhadap sejumlah target di Iran telah selesai.
Araghchi menyatakan bahwa Teheran akan memberikan balasan terhadap setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi. Ia juga memperingatkan bahwa kehadiran pasukan asing di sekitar wilayah Iran tetap menghadapi risiko selama ketegangan militer di kawasan belum mereda. Press TV melaporkan, Rabu (10/6).
Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan serangan yang disebut sebagai operasi bela diri.
Menurut militer AS, serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara, pusat kendali, dan radar pengawasan Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Amerika.
Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan operasi itu bersifat terbatas dan proporsional. Namun, serangan tersebut menambah panjang daftar konfrontasi antara Washington dan Teheran yang dalam beberapa bulan terakhir telah beberapa kali terlibat aksi saling serang di kawasan Teluk.
Tidak lama setelah serangan AS berlangsung, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan terhadap sejumlah aset dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan, termasuk target yang berada di Bahrain.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa eskalasi konflik masih terus berlanjut meskipun berbagai upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan tetap berlangsung.
Perkembangan terbaru ini memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia.
Siklus serangan dan balasan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memperbesar risiko konflik regional apabila tidak segera diimbangi dengan terobosan diplomatik yang konkret.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis HAM Bawa Bukti Dugaan Kejahatan ke ICC, Desak Surat Penangkapan Trump dan Pejabat AS
















Mina Indonesia
Mina Arabic