Cox’s Bazar, MINA – Para aktivis kemanusiaan pada Ahad (21/6) menyerukan agar martabat dan kehormatan bagi pengungsi Rohingya serta komunitas tuan rumah tetap terjaga.
Mereka juga mendesak keterlibatan yang lebih besar dari LSM lokal dalam operasi kemanusiaan, serta peta jalan yang jelas untuk pemulangan Rohingya yang aman, sukarela, dan bermartabat ke Myanmar. Laporan United News of Bangladesh.
Seruan tersebut disampaikan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Forum LSM CSO Cox’s Bazar (CCNF) dan Yayasan COAST di Kantor Komisaris Bantuan dan Repatriasi Pengungsi (RRRC) di Cox’s Bazar, bertepatan dengan peringatan Hari Pengungsi Sedunia 2026.
Para pembicara menyatakan keprihatinan yang mendalam atas menurunnya pendanaan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. 710500000
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Rencana Respons Bersama (JRP) 2026 mengupayakan dana sebesar US$710,5 juta (Rp12,6 triliun) untuk mendukung pengungsi Rohingya dan komunitas tuan rumah di Cox’s Bazar dan Bhasan Char. Namun, hingga Juni 2026, hanya US$368,3 juta (Rp6,5 triliun) yang telah diterima, kurang dari setengah dari total kebutuhan.
Respons saat ini dinilai tidak mencerminkan prinsip-prinsip Pemulihan Kemanusiaan PBB yang menganjurkan aksi kemanusiaan yang dipimpin secara lokal dan didukung secara global.
Para pembicara juga menyoroti sejumlah isu krusial, seperti perbaikan lingkungan di kawasan kamp yang mengalami kerusakan, pengadaan sumber air alternatif untuk mengatasi krisis air bersih, penegakan hukum dan ketertiban, termasuk perdagangan narkoba dan perdagangan senjata yang marak di kamp-kamp pengungsi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
















Mina Indonesia
Mina Arabic