Teheran, MINA – Menteri Pertahanan Sementara Iran Brigadir Jenderal Majid Ibn al-Reza mengatakan, produksi berbagai jenis pesawat tanpa awak (drone) buatan dalam negeri mengalami peningkatan tiga kali lipat di tengah perang.
Ia menekankan bahwa pembuatan amunisi dan perangkat keras militer dalam negeri berjalan lancar di tengah agresi AS-Israel terhadap Iran, Press TV melaporkan.
“Dalam pertemuan dengan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen, saya menekankan bahwa serangan baru-baru ini mengungkapkan bahwa elit Iran, ditambah dengan investasi dalam teknologi mutakhir, merupakan pilar terpenting kekuatan pertahanan negara,” tulis Ibn al-Reza dalam sebuah unggahan yang dipublikasikan di X pada Sabtu (11/7).
“Tidak hanya produksi peralatan pertahanan yang terus berlanjut tanpa gangguan di tengah perang, tetapi kapasitas produksi drone kita juga meningkat tiga kali lipat,” katanya.
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
“Berkat langkah-langkah yang diterapkan dan desain yang tepat dari industri pertahanan, produksi rudal dan drone tidak berhenti pada hari apa pun selama perang,” tambahnya.
Ia mengatakan bahwa Iran menghadapi beberapa kemampuan “militer, intelijen, dan perang psikologis paling canggih” di dunia selama perang 12 hari dan 40 hari AS-Israel melawan Republik Islam.
Menurut penilaian Kementerian Pertahanan, tambah Ibn Reza, lebih dari 150 perusahaan teknologi terkemuka dunia telah berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan rezim Israel.
Ibn Reza sekali lagi menegaskan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata dan upaya berkelanjutan mereka untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan pencegahan negara.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
“Kita mengetahui kelemahan musuh dengan baik dan sepenuhnya menyadari kemampuan kita sendiri. Di bawah bimbingan panglima tertinggi, Angkatan Bersenjata terus memperkuat kekuatan pertahanan negara,” ujarnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic