Kyiv, MINA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi memberhentikan Panglima Militer Ukraina di tengah meningkatnya tekanan politik menyusul keputusannya merombak jajaran pemerintahan, termasuk mengganti Menteri Pertahanan.
Langkah tersebut memicu gelombang protes dari berbagai kalangan yang menilai pergantian pejabat strategis dilakukan pada saat negara masih menghadapi perang berkepanjangan dengan Rusia. Anadolu melaporkan, Rabu (22/7).
Keputusan itu diumumkan melalui dekrit presiden pada Selasa (22/7). Selain melakukan pergantian di tubuh militer, Zelensky juga melanjutkan restrukturisasi kabinet dengan menunjuk pejabat baru untuk mengisi sejumlah posisi penting.
Pemerintah Ukraina menyatakan perubahan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas koordinasi antara sektor pertahanan dan pemerintahan dalam menghadapi situasi perang.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Pergantian pimpinan militer terjadi setelah kebijakan Zelensky mengganti Menteri Pertahanan menuai kritik dan aksi protes di sejumlah wilayah. Pergantian sejumlah pejabat tinggi berpotensi mengganggu stabilitas kepemimpinan militer ketika pasukan Ukraina masih menghadapi tekanan Rusia.
Namun, pemerintah menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi demi meningkatkan kinerja institusi pertahanan.
Sejak invasi Rusia pada Februari 2022, Ukraina telah beberapa kali melakukan perombakan di jajaran pemerintahan dan militer.
Zelensky berulang kali menyatakan bahwa evaluasi terhadap pejabat publik diperlukan untuk memastikan efektivitas pengelolaan perang, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menjaga kepercayaan masyarakat dan mitra internasional yang terus memberikan dukungan kepada Kyiv.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Perubahan kepemimpinan di sektor pertahanan juga menjadi perhatian negara-negara Barat yang selama ini menjadi pendukung utama Ukraina.
Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO terus menyalurkan bantuan militer, pelatihan, dan dukungan finansial, sehingga stabilitas kepemimpinan di tubuh militer Ukraina dinilai penting bagi keberlangsungan koordinasi operasi pertahanan menghadapi Rusia.
Hingga kini, situasi politik di Ukraina masih berkembang seiring berlangsungnya perang yang telah memasuki tahun kelima.
Restrukturisasi pemerintahan yang dilakukan Zelensky akan menjadi ujian bagi soliditas kepemimpinan nasional, terutama dalam menjaga dukungan publik di dalam negeri sekaligus mempertahankan kepercayaan para sekutu internasional terhadap upaya pertahanan Ukraina. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic