Yerusalem, MINA – Pasukan penjajah Israel menyerang pusat pelatihan UNRWA di kamp pengungsi Qalandia, utara Yerusalem Timur, Senin (27/7) dan menahan sejumlah staf di dalamnya, demikian disampaikan Gubernuran Yerusalem, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Dalam keterangan resminya, Gubernuran Yerusalem menyebut pasukan penjajah Israel masuk ke dalam pusat tersebut, melepaskan tembakan gas air mata dan mengurung staf pengajar serta tenaga administrasi di salah satu ruangan.
Pasukan penjajah Israel juga dilaporkan naik ke atap gedung komite lokal kamp, tambah pernyataan itu.
Sebelumnya, sejak Ahad (26/7) malam hingga Senin dinihari, tentara Israel sudah menggerebek kamp Qalandia. Mereka menyebar di sejumlah lingkungan, melepas granat kejut dan gas air mata secara massal hingga memicu kebakaran, menurut Gubernuran Yerusalem.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Penggerebekan ini terjadi sekitar enam pekan setelah Gubernuran Yerusalem memperingatkan adanya rencana Israel untuk membongkar pusat pelatihan UNRWA di Qalandia.
Pada 11 Juni lalu, gubernuran menyebut otoritas kotamadya Israel tengah melangkahi rencana pembangunan kompleks pendidikan baru di atas lahan yang menjadi lokasi pusat pelatihan tersebut.
Pusat ini menampung sekitar 350 siswa berusia 15–19 tahun dan berdiri di atas tanah yang diberikan pemerintah Yordania untuk badan PBB tersebut, sebelum Israel menduduki Tepi Barat pada 1967, demikian menurut UNRWA.
Warga Palestina menuding Israel tidak hanya merampas tanah mereka, tetapi juga melemahkan lembaga-lembaga Palestina dan internasional yang beroperasi di Yerusalem Timur. Mereka menilai langkah ini bagian dari upaya Israel memperkuat pendudukan dan mengubah komposisi penduduk serta budaya kota tersebut.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Sepanjang paruh pertama tahun ini, otoritas Israel telah melakukan 341 pembongkaran, menghancurkan 740 bangunan milik warga Palestina dan berdampak pada 923 orang, menurut catatan Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic