Washington, MINA – Persediaan rudal strategis Amerika Serikat dilaporkan menyusut drastis setelah digunakan secara besar-besaran dalam perang melawan Iran.
Kondisi itu memicu kekhawatiran di kalangan pejabat pertahanan mengenai kemampuan militer AS menghadapi potensi konflik baru di tengah meningkatnya ketegangan global.
Sejumlah laporan media menyebut Pentagon telah menguras stok berbagai rudal berpresisi tinggi, termasuk rudal serang jarak jauh dan sistem pertahanan udara. Anadolu melaporkan, Rabu (5/8).
Penggunaan amunisi dalam jumlah besar selama operasi militer terhadap Iran dinilai melampaui kapasitas produksi industri pertahanan AS saat ini.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Akibat menipisnya persediaan tersebut, Departemen Pertahanan AS dikabarkan tengah mengevaluasi ulang tingkat kesiapan tempur dan mempercepat pengadaan rudal baru.
Proses produksi rudal canggih membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sehingga stok tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.
Meski demikian, Presiden Donald Trump membantah bahwa negaranya mengalami krisis persenjataan. Ia menegaskan Amerika Serikat masih memiliki kekuatan militer yang memadai.
Kondisi stok rudal yang menipis dapat membatasi ruang gerak Washington apabila harus menghadapi konflik bersamaan di Timur Tengah maupun kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Rudal-rudal seperti THAAD, ATACMS, dan Precision Strike Missile (PrSM) merupakan aset penting dalam strategi deterensi Amerika Serikat.
Berkurangnya persediaan senjata tersebut dinilai dapat memengaruhi kesiapan AS dalam merespons ancaman dari negara-negara yang memiliki kemampuan militer modern.
Perang melawan Iran tidak hanya membawa dampak geopolitik dan ekonomi, tetapi juga menguji ketahanan logistik militer Amerika Serikat.
Situasi ini memunculkan perdebatan di Washington mengenai kemampuan industri pertahanan memenuhi kebutuhan perang berkepanjangan, sekaligus mempertahankan kesiapan menghadapi potensi krisis di berbagai belahan dunia. []
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic