Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Udara Palembang Memburuk, Warga Diminta Waspada

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:20 WIB

2 Views ㅤ

Petugas memadamkan Karhutla di Sumsel. (Foto: BPBD)

Palembang, MINA — Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, memburuk pada Rabu (12/8) akibat meningkatnya konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Palembang, terutama kelompok rentan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan partikulat.

Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi PM2.5 mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 WIB. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat dan dapat berubah mengikuti pergerakan serta penyebaran asap karhutla.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan memburuknya kualitas udara di Palembang salah satunya dipengaruhi asap yang terbawa masuk dari wilayah lain.

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi

Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak Selasa (11/8) malam. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi tercatat 104,2 µg/m³ dan kemudian berfluktuasi hingga mencapai 144,4 µg/m³ pada pagi hari.

PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan dalam kondisi kualitas udara buruk perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.

BMKG menyarankan warga yang harus beraktivitas di luar ruangan mengenakan masker sebagai perlindungan dari paparan partikulat.

Selain itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka selama konsentrasi PM2.5 meningkat.

Baca Juga: Gelombang Laut hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia 5-8 Oktober Mendatang

Anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan udara luar.

Masyarakat juga diimbau terus mengikuti perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi terkini. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA