Al-Quds, MINA – Kementerian Wakaf dan Urusan Agama menyatakan Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi mengalami eskalasi pelanggaran oleh pasukan pendudukan dan pemukim selama bulan September.
Dalam laporan rinci yang dikutip Selasa (6/10), kementerian tersebut menjelaskan pasukan penjajah dan pemukim Israel melakukan 26 serbuan ke Masjid Al-Aqsa bulan lalu.
Sementara itu, otoritas pendudukan melarang adzan di Masjid Ibrahimi di Hebron sebanyak 150 kali dan menutup situs tersebut sepenuhnya selama enam hari dengan alasan hari raya Yahudi.
Kementerian Wakaf mencatat Masjid Al-Aqsa menghadapi tuntutan meningkat dari organisasi Kuil ekstremis untuk membuka situs bagi serbuan pemukim pada Sabtu. Tujuannya adalah memberlakukan realitas baru dan memperkuat pembagian temporal serta spasial.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Kementerian Wakaf juga menyebut pemukim menggelar doa dan ritual kolektif di Pemakaman Bab al-Rahma, yang berdekatan dengan dinding timur. Kegiatan itu termasuk meniup shofar (tanduk domba) di atas makam Muslim di bawah penjagaan keamanan ketat.
Kementerian Wakaf menekankan praktik Talmud di pelataran Al-Aqsa semakin intensif. Ini termasuk “sujud agung” (sujud penuh), doa publik, dan doa untuk tentara pendudukan yang menghadap Kubah Batu.
Pada saat yang sama, pasukan penjajah Israel terus memberlakukan tindakan ketat dan menyerbu sekitar Aula Shalat Al-Qibli serta Kubah Batu selama khutbah dan Shalat Jumat untuk membatasi dan melecehkan jamaah.
Israel terus menutup pintu masuk timur Masjid Ibrahimi dan jendelanya dengan penghalang. Tindakan ini berlaku sejak awal 2025, bertepatan dengan serbuan berulang ke situs oleh menteri Israel.[]
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic