Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Myanmar Nyatakan 309 Ribu Rohingya Bisa Pulang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:23 WIB

30 Views ㅤ

Pengungsi Rohingya (foto: UNHCR)

Dhaka, MINA – Pemerintah Myanmar menyatakan telah memverifikasi 308.797 pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh sebagai bekas penduduk Negara Bagian Rakhine. Namun, proses pemulangan belum dapat dilakukan sebelum kondisi keamanan di wilayah tersebut dinilai cukup aman.

Data tersebut berasal dari 828.824 nama yang diajukan Bangladesh untuk proses verifikasi. Myanmar menyatakan sebagian nama lainnya tidak memenuhi persyaratan, sementara sejumlah orang diidentifikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang disebut pemerintah Myanmar sebagai terorisme. Ariananews melaporkan, Selasa (18/8).

Kementerian Luar Negeri Myanmar mengatakan pemulangan akan dilakukan setelah situasi keamanan di Rakhine membaik. Saat ini, wilayah tersebut masih dilanda konflik antara pemerintahan yang didukung militer Myanmar dan kelompok bersenjata Arakan Army, sehingga kondisi keamanan menjadi salah satu hambatan utama repatriasi.

Krisis Rohingya sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun. Lebih dari 700.000 Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah operasi militer Myanmar pada 2017. Di Bangladesh, mereka kini tinggal terutama di kawasan pengungsian Cox’s Bazar yang menampung lebih dari satu juta Rohingya dari berbagai gelombang pengungsian.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Upaya pemulangan sebelumnya juga belum membuahkan hasil. Kesepakatan repatriasi Myanmar-Bangladesh pada 2018 tidak terlaksana karena para pengungsi menolak kembali tanpa adanya jaminan keamanan, hak-hak dasar, serta kepastian mengenai status kewarganegaraan mereka. Persoalan tersebut tetap menjadi tantangan utama dalam setiap pembicaraan repatriasi.

Verifikasi terbaru Myanmar membuka peluang baru bagi proses repatriasi, tetapi belum berarti pemulangan massal akan segera berlangsung. Persoalan keamanan, status kewarganegaraan, perlindungan hak Rohingya, serta kondisi di Rakhine masih menjadi faktor penentu.

Di sisi lain, semakin lamanya pengungsian juga meningkatkan tekanan kemanusiaan di Bangladesh dan mendorong perlunya solusi yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia