Berlin, MINA – Politikus senior Jerman Jürgen Hardt mengecam pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang menyerukan pembunuhan puluhan warga Palestina di Jalur Gaza setiap malam. Hardt bahkan meminta Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap pejabat sayap kanan tersebut.
Hardt yang juga menjadi juru bicara kebijakan luar negeri kelompok parlemen CDU/CSU, menyebut pernyataan Ben-Gvir sebagai ucapan yang merendahkan martabat manusia. Ia menegaskan pernyataan semacam itu tidak dapat diterima dan harus mendapat kecaman luas.
Pernyataan Ben-Gvir muncul dalam wawancara podcast bersama mantan sandera Israel, Rom Braslavski. Dalam kesempatan tersebut, Ben-Gvir menyatakan Israel seharusnya membunuh sekitar 30 hingga 40 orang di Gaza setiap malam, termasuk orang yang menurutnya tidak menimbulkan ancaman langsung. Anadolu melaporkan, Selasa (18/8).
Ben-Gvir juga kembali mendorong kebijakan yang lebih keras terhadap Gaza, termasuk pembunuhan terarah dan pengusiran warga Palestina. Ia menyatakan keinginannya agar seluruh wilayah Gaza berada di bawah kendali Israel.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pernyataan tersebut memperlihatkan perbedaan sikapnya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait arah kebijakan perang di Gaza.
Seruan tersebut mendapat sorotan karena Ben-Gvir merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Netanyahu dan menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel.
Meskipun tidak memiliki kewenangan langsung atas operasi militer Israel di Gaza, ia memiliki pengaruh terhadap kepolisian dan sistem penjara Israel serta dikenal sebagai salah satu tokoh sayap kanan paling keras dalam pemerintahan.
Kecaman dari Jerman menambah tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di Gaza. Hardt meminta Uni Eropa mempertimbangkan sanksi terhadap Ben-Gvir, sementara pernyataan tersebut muncul ketika perdebatan mengenai masa depan Gaza, penghentian perang, dan perlindungan warga sipil Palestina terus berlangsung. []
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic