Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mesir Pertimbangkan Gabung Pakta Pertahanan Makkah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:36 WIB

432 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty. (Aawsat)

Kairo, MINA – Mesir secara resmi menyatakan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah, sebuah pakta yang oleh para analis disebut sebagai cikal bakal “NATO-Muslim”.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, mengatakan bahwa Kairo “sedang mempertimbangkan secara serius” untuk bergabung dalam perjanjian tersebut, sambil menunggu tinjauan konstitusional dan hukum atas kewajiban pertahanan yang akan ditimbulkannya. Dikutip dari India Today, Senin (17/8).

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menggambarkan Mesir sebagai “mitra alami dalam semua isu” dan menyatakan keyakinan bahwa Kairo akan bergabung “setelah beberapa masalah teknis diselesaikan”.

Pakta pertahanan trilateral ini ditandatangani pada 7 Agustus 2026 di Mekah oleh Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan. Inti perjanjian ini adalah klausul pertahanan kolektif yang mengingatkan pada Pasal 5 NATO: serangan bersenjata terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Jika Mesir bergabung, aliansi ini bisa berkembang menjadi blok segi empat yang membentang dari Mediterania Timur, Laut Merah, Teluk Persia, hingga Asia Selatan.

Mesir adalah negara dengan militer terbesar di dunia Arab. Keikutsertaannya akan secara signifikan memperluas bobot geografis dan militer Pakta Mekah.

Namun, ada catatan penting: Arab Saudi awalnya menentang gabungnya Mesir. Riyadh khawatir hal ini akan memperumit keseimbangan diplomatiknya sendiri, sementara Ankara justru mendorong Kairo untuk bergabung. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Amerika
Internasional
Dunia Islam