Kairo, MINA – Menteri Perencanaan Mesir, Ahmed Rostom, mengumumkan kabar menggembirakan, pertumbuhan ekonomi negara itu diperkirakan mencapai 5,2 persen pada akhir tahun fiskal 2025/2026 (Juni 2026). Angka ini jauh di atas target pemerintah yang sebelumnya sebesar 4,5 persen.
Proyeksi pertumbuhan Mesir dinaikkan menjadi 4,7 persen dan diprediksi terus melesat ke 5,4 persen pada tahun fiskal berikutnya. Dikutip dari Al-Ahram, Ahad (23/8).
Bahkan, Mesir memasang target ambisius pertumbuhan tahunan sebesar 7,5 persen pada 2030, sekaligus menargetkan rasio utang terhadap PDB turun ke 40 persen, level terendah dalam 50 tahun.
Sektor Non-Minyak Jadi Mesin Penggerak
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Pertumbuhan mesir/">ekonomi Mesir kali ini tidak didorong oleh minyak. Sektor non-minyak menjadi motor utama, menyumbang 1,2 poin persentase pertumbuhan. Aktivitas industri di sektor ini melonjak 9,6 persen, didukung kebijakan lokalisasi dan ekspor non-minyak yang naik 17 persen menjadi $48,5 miliar pada 2025.
Mesir menargetkan ekspor non-minyak mencapai $115,8 miliar pada 2030, dengan rencana kenaikan tahunan 15–20 persen.
Bank, Asuransi, dan Lapangan Kerja Meningkat
Sektor perbankan tumbuh 10,73 persen, sementara asuransi melesat 12,85 persen. Tingkat pengangguran turun ke 6,2 persen, dengan partisipasi perempuan meningkat signifikan dari 18,5 persen menjadi 21,7 persen.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Beberapa sektor mencatat pertumbuhan lapangan kerja yang impresif, meliputi: Terusan Suez melonjak 24,2 persen, Restoran dan hotel naik 14,6 persen, Industri non-minyak naik 9,6 persen, Perdagangan naik 7,1 persen, dan Transportasi naik 6,4 persen. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic