Jakarta, MINA – Dinamika perubahan kebijakan perdagangan global di bawah kepemimpinan Amerika Serikat dinilai dapat dimanfaatkan sebagai momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri.
Analis politik dan ekonom Syahganda Nainggolan, pada Ahad (11/10) menyampaikan bahwa pergeseran kebijakan Amerika Serikat di bawah Donald Trump membuka peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat industri nasional serta mengoptimalkan pasar domestik secara mandiri.
Syahganda menegaskan, Indonesia perlu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong inclusive growth atau pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Konsep tersebut memadukan prinsip kompetisi serta transparansi pasar dengan keadilan sosial guna memastikan kesejahteraan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Ia juga menyoroti pentingnya fokus pembangunan pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemberdayaan pelaku usaha kecil dipandang sebagai fondasi utama penopang ekonomi kerakyatan serta sarana efektif dalam memperluas lapangan kerja lokal.
Selain penguatan sektor riil, investasi sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan juga dinilai sangat krusial. Perluasan akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi menjadi syarat mutlak untuk mencetak tenaga kerja yang berdaya saing global.
Melalui sinergi antara penguatan industri domestik, daya dukung UMKM, dan investasi pendidikan, Indonesia diyakini mampu menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga tren pertumbuhan yang berkelanjutan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic