Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusia Diam-Diam Bantu Iran Kembangkan Rudal Supersonik

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 2 September 2026 - 18:52 WIB

Rabu, 2 September 2026 - 18:52 WIB

25 Views ㅤ

Peluru kendali Iran. (Saudi Gazette)

Moskow, MINA – Sebuah investigasi terbaru dari Financial Times mengungkap fakta mengejutkan, Rusia secara diam-diam membantu Iran mengembangkan rudal jelajah supersonik dalam apa yang disebut sebagai transfer teknologi militer paling signifikan antara kedua negara.

Program rahasia yang diberi kode C43OL ini melibatkan para ahli rudal terbaik Moskow untuk membantu Teheran menciptakan senjata baru yang mampu mengancam kapal induk AS di Timur Tengah.

Fokus utama proyek ini adalah mengembangkan sistem propulsi ramjet, teknologi yang memungkinkan rudal jelajah melesat dengan kecepatan hingga 2.200 mil per jam, yang sangat sulit dicegat karena terbang rendah dan cepat.

Teknologi Ramjet: Senjata yang Mengubah Permainan

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Menurut laporan tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail, Iran memang telah membangun dan menguji sistem propulsi ramjet, namun belum ada bukti bahwa sistem ini telah digunakan secara operasional. Dengan bantuan Rusia, teknologi ini bisa segera menjadi ancaman nyata bagi kekuatan laut AS di kawasan Teluk.

“Bagi Iran, ini akan memberi mereka sistem senjata strategis baru yang berkualitas yang dapat mengancam kapal-kapal angkatan laut AS,” kata Jim Lamson, mantan analis militer CIA.

Fabian Hinz, seorang ahli rudal Iran, menambahkan bahwa program seperti ini memerlukan persetujuan politik dari puncak tertinggi di Rusia. Ia menyebutnya sebagai transfer teknologi militer yang “sangat sensitif secara strategis” yang telah lama diinginkan Iran.

Program ini diatur oleh Rosoboronexport, eksportir senjata negara Rusia, dan dikoordinasikan dengan NPO Mashinostroyenia, perancang roket milik negara yang telah dijatuhi sanksi AS sejak 2014.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Catatan perjalanan yang bocor menunjukkan bahwa pejabat ekspor senjata Rusia dan insinyur NPO Mashinostroyenia melakukan beberapa perjalanan ke Iran sebelum kontrak C43OL secara resmi ditandatangani pada November 2023. Pada tahun 2025, NPO Mashinostroyenia telah menerima sejumlah besar materi teknis Iran terkait sistem propulsi ramjet.

Ancaman yang Meluas

Rusia dan Iran telah memperkuat kerja sama militer mereka secara signifikan selama perang Ukraina. Iran memasok Rusia dengan drone “kamikaze” untuk menyerang Ukraina. Sementara Rusia dilaporkan memberikan intelijen yang memungkinkan Iran menyerang pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

Nicole Grajewski, guru besar di Universitas Sciences Po di Paris, mengatakan program ramjet ini menunjukkan Rusia berusaha memperluas perang Ukraina dan menarik AS ke berbagai medan perang.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Pengungkapan ini terjadi di tengah eskalasi konflik terbaru antara AS dan Iran. AS baru saja melancarkan serangan terhadap target militer Iran, termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, dan aset maritim. Sementara itu, Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke Yordania, yang diklaim menargetkan pangkalan AS di sepanjang Teluk Aqaba.

Presiden AS Donald Trump memberi peringatan keras jika Iran membalas, “mereka akan kembali terkena serangan pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi.” []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda